Tersihir Ranah Minang nan Elok (Bagian 1)

2 402
Tersihir Ranah Minang nan Elok (Bagian 1)
Tersihir Ranah Minang nan Elok (Bagian 1)

Tersihir Ranah Minang nan Elok (Bagian 1)

Gonjreng.com – Di ujung jalan kecil Koto Gadang yang permai, aku menghentikan langkah sebentar, menarik nafas dalam sambil memandangi gunung biru yang menjulang di belakang sawah-sawah hijau.

bukittinggi6“Ranah Minang memang sangat cantik”, gumamku pada diri sendiri. Sangat cantik sehingga aku seperti tersihir, seperti baru saja melakukan perjalanan ajaib dalam kisah dongeng anak-anak yang terkenal itu, Alice in the Wonderland  atau “Alice di Negeri Ajaib”. Betapa tidak? Bak kaleidoskop yang menyuguhkan berbagai gambar yang berganti-ganti dalam satu rangkaian perjalanan, sejak pagi kaki ini telah melangkah memasuki berbagai dunia yang berbeda. Ada dunia indah yang menyuguhkan pemandangan ngarai yang luar biasa, lalu ada dunia gelap lorong-lorong bawah tanah yang menyimpan cerita pilu, kemudian ada pula pemandangan menawan dasar ngarai yang dikelilingi tebing-tebing curam dengan sungai kecil mengalir berliku, lalu ada jembatan kayu yang bergoyang-goyang yang membuatku gamang tapi tetap harus melaluinya.

bukittinggi3Kemudian ada “tangga seribu” yang membawa kaki letih ini mendaki dan terus mendaki ke atas seperti ingin menaklukkan “nirwana” di puncaknya. Selanjutnya tiba-tiba “kaleidoskop” berubah lagi menjadi sebuah desa mungil yang asri dan sunyi, yang di tepian jalan kecilnya dipenuhi deretan rumah-rumah tua dan bunga-bunga cantik. Di ujung jalan, ada sebuah rumah adat indah yang masih terpelihara apik. Di situlah, sambil memotret keindahannya aku mengambil nafas sejenak, dan di dalam hati mengucapkan syukur atas anugerah Sang Pencipta yang tiada tara.

bukittinggi5Itu adalah hari kedua perjalanan kami menjelajahi Sumatera Barat, Ranah Minang yang indah. Aku bersama teman-teman alumni SMA Negeri 8 Jakarta seangkatan, mempunyai target yang sederhana saja. Kami ingin berjeda sejenak dari rutinitas sehari-hari sambil menikmati dan mensyukuri kehidupan ini.

bukittinggi2Kemarin saat pesawat kami menukik untuk mendarat di Ranah Minangkabau ini, kami disambut oleh deretan pegunungan Bukit Barisan yang indah, yang sebagiannya terselimuti awan. Dari Bandar Udara Internasional Minangkabau yang berjarak 23 km dari Padang, kami segera melanjutkan perjalanan dengan bus ke Bukittinggi sambil, tentu saja, menyinggahi beberapa tempat istimewa di sepanjang jalan.

bukittinggi7Yang pertama, tak terlupakan, dan tak boleh terlewatkan, adalah melahap ikan bakar super lezat di restoran Lubuk Sikoci di Sicincin, Padang Pariaman. Awalnya kami semua terbelalak karena masing-masing mendapatkan satu ikan nila bakar, dan kami ragu-ragu apakah bisa menghabiskannya sendiri. Namun hanya dalam hitungan menit, ternyata semua langsung tandas bersih tinggal tulang-belulang belaka. Ikan nila bakar di restoran ini, memang sangat lezat. Menikmatinya bersama teman-teman sambil memandang kolam asri yang dipenuhi bunga-bunga teratai, sungguh menimbulkan kebahagiaan tersendiri.

BERSAMBUNG

* Laksmi D. Haryanto. Sumber foto: koleksi pribadi.

Category: KelanaTags:
2 Responses
  1. author

    Nunki Irawan2 years ago

    Ami membaca artikelmu mengobati kerinduanku pada ranah Minang yang indah. Sejak tahun 2006 setahun sekali aku mengujungi ranah Minang mulai dari kota Padang, Bukit Tinggi, Batu Sangkar, Sawah Lunto, Payakumbuh dan kota kota kecil lainnya. Terima kasih Ami, ditunggu kelanjutan artikelnya.

    Reply
    • author

      Laksmi2 years ago

      Ranah Minang memang luar biasa indah, Nunki. Aku menulis catatan perjalanan ini sambil membayangkan lagi keindahannya. Terima kasih atas kunjunganmu. Ayo, ikut menulis di https://www.gonjreng.com.

      Reply

Leave a reply "Tersihir Ranah Minang nan Elok (Bagian 1)"