Terapi Oksigen Murni (Hyperbaric Oxygen Theraphy)

2 1221
Oksigen
Oksigen

Gonjreng.com – Steve Sugita, adalah seorang penderita luka bakar 70% akibat tabung bahan bakar mobil yang dikemudikannya meledak. Para dokter berusaha menolongnya, tapi dokter memvonis usianya tidak akan lebih dari 6 hari dengan kondisi tersebut. Saat suhu tubuhnya mencapai 42 derajat Celcius, sebelum mengalami koma, sayup ia mendengar akan dicoba pengobatan dengan menggunakan oksigen murni.

Ternyata oksigen murni menyadarkannya dari koma. Kondisinya pun berangsur membaik, dan saat ini Steve sudah dapat beraktifitas kembali, kecuali sebagian jari tangannya tidak dapat kembali sempurna. Berdasarkan pengalaman pribadinya tadi, Steve berjanji akan membantu pasien yang putus asa dengan terapi seperti yang dialaminya. Ia pun kemudian membuat 5 buah Oxy chamber, dan mendirikan tempat terapi oksigen di jalan Cikiray-Cijambu km.5, Kecamatan Cisaat, Sukabumi.

Terapi Oksigen murni atau Hyperbaric Oxygen Theraphy (HBOT) adalah pengobatan dengan menghirup oksigen murni (100%) pada tekanan udara yang lebih besar dari tekanan udara atmosfir (1 atm). (Ehli,2008). Menurut Undersea and Hyperbaric Medical Society (UHMS), HBOT adalah pasien bernafas dengan 100% oksigen murni secara intermitten (tidak terus-menerus), dan tekanan ruang dari treatment chamber ditingkatkan lebih dari 1 atm absolut. Saat ini HBOT masih menajadi perbincangan, dipertentangkan dan belum bisa diterima secara medis, sehingga belum banyak yang tahu tetang HBOT.

Kamis 4 Agustus 2016, aku yang penasaran dengan HBOT berangkat ke Sukabumi berbekal alamat, juga aplikasi pemandu, sampailah di tempat HBOT for Health and Beauty. Setelah mendaftar, dilanjutkan konsultasi dengan opa Steve yang menjelaskan dengan rinci sejarah HBOT hingga pengalaman pribadinya.

Oksigen

Oksigen

Treatment pertama adalah 1 jam, dan petugas menyilakan aku masuk ke chamber berbentuk tabung dengan sarung bantal dan sprei putih bersih yang diganti setiap ada pasien baru Aku pun didorong masuk ke dalam chamber. Di dalam ada 2 speaker kecil, sebuah jam digital penanda suhu dan tanggal, serta sebuah intercome. Di atas kepalaku terlihat nozels oksigen.

Chamber-pun ditutup, dan tekanan udara mulai ditingkatkan. Telingaku terasa tidak nyaman seperti berada di ketinggian yang membuatku sering menelan dan menguap untuk menyeimbangkan tekanan dalam telingaku. Hal ini berlangsung selama 5 menit sebelum kembali normal.

Ditemani alunan musik membuatku tenang dan nyaman. 10 menit sebelum berakhir, petugas memintaku menelungkupkan tubuh dan meletakkan tissue di bawah hidung. Saat keadaan seperti ini sering kali akan keluar cairan dari hidung. Telingaku pun tidak nyaman selama 5-1o menit ketika tekanan chamber dikembalikan ke normal. Treatmen berikutnya dilakukan 1 dan 2 jam dengan jeda waktu selama 30 menit.

Setelah treatment berakhir, aku merasa nyaman, segar bugar, dan hilang rasa letih yang ada.

* Witdya Pudjanarko. Foto: dokumen pribadi.

Category: PelangiTags:
2 Responses
  1. author

    chaerul2 years ago

    Terimakasih Witdya atas informasinya

    Reply
    • author

      wpudjanarko2 years ago

      Semoga bermanfaat

      Reply

Leave a reply "Terapi Oksigen Murni (Hyperbaric Oxygen Theraphy)"