Saham Blue Chips dan Taktik yang Jitu untuk Memilih

Gonjreng.com – Istilah saham blue chips sangat populer di masyarakat. Saham blue chips adalah saham perusahaan-perusahaan yang memiliki reputasi terpercaya, yakni kemampuan beroperasi secara menguntungkan walau dalam kondisi perekonomian buruk sekalipun. Perusahaan-perusahaan blue chips memiliki kemampuan membagikan deviden atau keuntungan tahunan bagi para pemilik saham secara rutin.

Istilah blue chips sendiri berasal dari permainan poker yang menggunakan taruhan. Taruhan dalam poker diwakilkan oleh kepingan-kepingan berwarna biru, merah, dan putih. Keping biru mempunyai nilai tertinggi, dan itulah sebabnya saham-saham dengan nilai tertinggi disebut saham blue chips.

Bagaimana kita mengenali saham blue chips? Pasar-pasar saham biasanya mengacu pada index harga saham yang dipantau dan dilaporkan secara terus menerus. Di Amerika Serikat ada Dow Jones Industrial Average yang melaporkan indeks saham-saham perusahaan blue chips. Di Indonesia, Bursa Efek Jakarta mempunyai dua acuan yaitu Index Papan utama (MBX) atau Indeks Papan Pengembang (DBX), yang dapat membantu investor memilih saham unggulan. Beberapa contoh saham blue chips yang saat ini laris-manis dan menjadi incaran para investor di Indonesia antara lain Bank BRI, Astra International, Bank Mandiri, International Nickel, Perusahaan Gas Negara, dan Unilever.

Tidak mudah menjadi perusahaan blue-chips. Salah satu syarat yang ditentukan Pemerintah antara lain adalah perusahaan harus memiliki aset lebih dari lima triliun rupiah. Perusahaan juga diharuskan memiliki laporan keuangan terbuka, mencatat pertumbuhan laba bersih serta terus berkembang, dan tercatat di Bursa Efek.

Nah, jika Anda berminat membeli saham-saham blue-chips, berikut ini taktik dan tip yang harus diperhatikan:

  • Laporan keuangan perusahaan menunjukkan pertumbuhan setiap tahunnya
  • Perusahaan terus melakukan inovasi terkait perkembangan isu-isu bisnis terbaru
  • Memiliki harga saham yang cenderung menguat setiap tahun
  • Membagi deviden tahunan pada pemegang sahamnya
  • Melihat sejarah pertumbuhan bisnis perusahaan
  • Pelajari trend harga dari awal Initial Public Offering hingga sekarang, pastikan kenaikannya
  • Melihat acuan resmi seperti MBX
  • Pelajari secara cermat – saham blue chips biasanya menjadi incaran para investor besar seperti perusahaan asuransi atau bank
  • Jika Anda pemula, awali dengan nilai kecil dahulu

Saham-saham blue chips selalu menarik minat para investors, dan karenannya per lembarnya dihargai mahal. Tingkat likuidasinya pun tinggi. Perusahaan-perusahaan ini dikelola secara profesional serta mengikuti seluruh aturan bursa saham Indonesia.

Namun meski kita sudah berhati-hati, ingat, hukum investasi utama adalah high return, high risk – artinya yang berpeluang menghasilkan paling tinggi, juga beresiko paling tinggi. Investasi di pasar saham, bahkan di perusahaan blue chips sekalipun, selalu digolongkan sebagai investasi beresiko tinggi. Tak ada yang bisa menjanjikan bahwa saham blue chips dapat memberi keuntungan terus-menerus sepanjang hidup.

* Evi Puspa. Sumber gambar: pixabay.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *