Staf Khusus Jokowi yang Gajinya Rp 51 Juta Disindir

Gonjreng.com – Staf Khusus Jokowi yang berasal dari kaum milenial sempat menjadi berita hangat beberapa waktu lalu.

Mereke terdiri dari tujuh orang, yaitu  Belva Syah Devara (29), Putri Tanjung (23), Andi Taufan Garuda Putra (32), Ayu Kartika Dewi (36), Gracia Billy Mambrasar (31), Angkie Yudistia (32), dan Aminuddin Maruf (33). 

Baru-baru ini salah satu dari Staf Khusus Jokowi di atas tadi disindir.

Mengapa?

Saat ini virus corona (Covid-19) sedang menyerang dunia, termasuk Indonesia. 

Per 25 Maret 2020 pukul 15.45 WIB, korban virus corona di Indonesia tercatat 790 orang, di antaranya 58 orang meninggal dunia, dan 31 orang sembuh.

Adamas Belva Syah Devara pun mengeluarkan kata-kata bijak dalam menghadapi pandemi virus corona (Covid-19) tadi.

“Bukan waktunya saling menjatuhkan atau saling membully. Ayo bertanya pada diri sendiri “apa yang bisa saya lakukan untuk negeri?”. Menyalakan lilin lebih baik daripada menyalahkan kegelapan.”

Menurut Ketua DPP Gerindra Iwan Sumule, apa yang dilakukan Staf Khusus Jokowi tadi bisa dilakukan oleh banyak orang.

Seharusnya dengan gaji Rp 51 juta/bulan bisa melakukan hal yang lebih baik lagi. 

“Kita-kita mestinya juga layak dapat Rp 51 juta/bulan seperti stafsus milenial. Iya ngggak sih?” katanya di sini.

Kicauan politikus Partai Gerindra tadi pun ditanggapi oleh mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu, dan disukai oleh Fadli Zon. 

sumber gambar: akun twitter Fadli Zon


Masih ada tokoh lain yang mencibir atau menyindir Staf Khusus Jokowi yang milenial dan bergaji Rp 51 juta/bulan tadi.

Rizal Ramli menanggapinya dengan singkat dan padat…”kacian amat”.

sumber gambar: akun twitter Rizal Ramli

Timbul pertanyaan. Dari mana politikus Partai Gerindra Iwan Sule tahu bahwa gaji Adamas Belva Syah Devara sebesar Rp 51 juta?

Masyarakat awam kemungkin besar banyak yang tidak tahu hal ini, tapi karena Iwan Sule seorang politikus, tentu ia memiliki akses atau jaringan untuk bisa mendapatkan informasi terkait gaji Staf Khusus Jokowi tadi.

Selain itu, ada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 144 Tahun 2015 yang mengatur besaran hak keuangan untuk staf khusus, wakil sekretaris pribadi presiden, asisten, dan pembantu asisten.

Hak keuangan staf khusus presiden yang terdiri dari gaji dasar, tunjangan kinerja, dan pajak penghasilan itu besarannya mencapai Rp 51 juta per bulan. 

Cibiran atau sindiran para tokoh di atas tadi diambil hikmahnya saja oleh Staf Khusus Jokowi, Adamas Belva Syah Devara.

Sebagai penutup artikel ini pun akan menyajikan sebuah kata-kata bijak nan indah dan memesona, yaitu:

Kekalahan adalah kemenangan yang tertunda, dan kegagalan adalah sukses yang belum terwujud“.

***

Sumber gambar: detik.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *