Staf Khusus Jokowi Dikecam Habis-habisan!

Gonjreng.com – Staf Khusus Jokowi dikecam habis-habisan atau keras sekali!

Bermula dari adanya surat berkop Sekretariat Kabinet kepada camat di seluruh Indonesia agar mendukung relawan PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) dalam menanggulangi virus corona. 

Surat itu dikirim oleh Staf Khusus Jokowi, Andi Taufan Garuda Putra, dan ia adalah CEO PT Amartha.

Kecaman pun datang bertubi-tubi dan menghantam Staf Khusus Jokowi tadi.

Apakah ada kolusi di sini?

Era Soeharto (Orde Baru) jatuh karena KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme), tapi sampai saat ini masih saja terjadi kasus dugaan korupsi gila-gilaan atau mega skandal yang disebut kasus Jiwasraya dan Asabri di mana potensi uang negara lenyap hingga puluhan triliun rupiah.

Sila baca juga: Rizal Ramli Bingung dan Tersangka Kasus Jiwasraya.

Sekali lagi apakah ada kolusi atau semacam itu pada surat yang dikirim oleh Staf Khusus Jokowi Andi Taufan Garuda Putra?

Menurut penilaian pakar hukum Feri Amsari, Staf Khusus Jokowi yang menyurati camat untuk mendukung perusahaannya menangani virus corona (Covid-19) bagian dari korupsi dan hukumannya berat. 

“Itu bagian korupsi loh, dan kalau dilakukan di tengah bencana, ancamannya bisa 20 tahun atau (hukuman) mati karena dianggap memanfaat keadaan mencari keuntungan di tengah penderitaan publik luas,” ujarnya, dikutip dari merdeka.com.

Akhirnya Staf Khusus Jokowi Andi Taufan Garuda Putra pun meminta maaf, dan menarik kembali surat tersebut.

Ia pun beralasan maksudnya baik, yaitu ingin membantu desa di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Semua itu dilakukannya atas dasar kemanusiaan dengan biaya Amartha serta donasi masyarakat, dan tidak menggunakan APBN maupun APBD.

 Apapun alasannya, surat itu sudah ditariknya kembali.

Rizal Ramli pun mengecam habis-habisan lewat akun Twitter-nya hari ini (14/4/20).

“Stafsus muda2 sudah abusive, tidak tahu malu ! Tidak punya etika, ndak ngerti bahwa” conflict of interest” itu tidak boleh. Payah abis. Belajar dari siapa ya? 

Fwrd: 7.094 kecamatan seluruh Indonesia  harus bekerja sama dg PT milik Staf Khusus @jokowi ?”. 

Kembali tak bosan-bosannya diingatkan tentang sebuah ungkapan yang biasa dikenal dalam permainan catur, yaitu “Pikir Dahulu Sebelum Melangkah” agar tidak ada kesalahan fatal atau blunder dan penyesalan di kemudian hari.

Apakah sulit untuk dicerna dan dipahami ungkapan yang sudah biasa dikenal dalam permainan catur tadi?

Pikir Dahulu Sebelum Melangkah.

Seharusnya hal ini tidak sulit dipahami oleh mereka yang gajinya Rp 51 juta/bulan.

***

Sumber gambar: kompas.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *