Kasih dan Sosok Ibu Tak Lekang oleh Waktu

0 170
Sosok Ibu
Sosok Ibu

Kasih dan Sosok Ibu Tak Lekang oleh Waktu

Gonjreng.com – Perempuan yang dipanggil sebutan ibu, bunda, emak, mama, ummi, atau mami, memiliki kadar kedekatan beragam di antara setiap anak. Secara umum sosok ibu penuh kasih saying dan peduli, memperjuangkan nasib dan mempersiapkan masa depan anak-anaknyanya untuk menjadi manusia berguna. Ia rela berpeluh, berjalan kaki dalam terik dan hujan untuk mengais rezeki demi anak-anaknya. Bahkan ada pula yang mempertaruhkan martabat dan kehormatannya, asalkan anak-anaknyanya dapat hidup lebih layak dan baik. Kasih ibu tak lekang oleh waktu. Tak heran bila sosok ibu telah menginspirasi sejumlah seniman dan para tokoh terkenal. Ada pepatah, kasih ibu sepanjang jalan, kasih ayah sebatas pandangan, kasih anak sepanjang galah.

Menurut Erich Fromm, cinta ibu tak bersyarat, cinta bapak bersyarat. Dalam  The Art of Loving, Erich Fromm menuliskan, bahwa cinta itu terutama memberi, bukan menerima. Cinta memiliki unsur -unsur dasar tertentu, yaitu pengasuhan, tanggung jawab, perhatian, dan pengenalan. Pada pengasuhan, contoh yang paling menonjol adalah cinta seorang ibu pada anaknya, bagaimana ia dengan rasa cinta kasihnya mengasuh anaknya dengan sepenuh hati.

Di mata seorang ibu, setiap orang dewasa tetaplah seorang anak. Penulis mengalaminya sendiri. Mendiang Ibu, tak pernah menganggap penulis sebagai  pria dewasa. Semasa hidup, meski usia sudah 30 tahun pada waktu itu, ketika penulis pamit pergi ke luar kota, pasti beliau akan mencium dua pipi saya, memberi bekal dan sangu. Padahal saya sudah berpenghasilan. Jika saya menolak, beliau marah.

Ada kisah lain. Almarhumah ibu, kerap berpuasa dan berdoa untuk setiap anaknya. Saya bersyukur atas semua itu. Kami enam bersaudara. Bayangkan, beliau rela dan ikhlas berpuasa pada hari kelahiran anak-anaknyanya, juga cucu-cucunya dalam hitungan kalender Jawa – Kliwon, Wage, Legi, Pahing, Pon.

Alasan Ibu berpuasa adalah supaya hidup anak dan cucunya tentram, selamat, dan berkecukupan. Perhatian, kasih sayang, dan juga kepeduliannya kepada orang lain tak pernah pupus. Ibu kerap menyiapkan paket kebutuhan pokok untuk diberikan kepada yang kekurangan. Saya baru mengetahuinya pada saat beliau meninggal dunia, melalui orang-orang yang bercerita kepada saya. Prinsipnya, Ibu lebih mementingkan orang lain daripada kepentingan dirinya. Begitu pun untuk bapak atau suaminya, ia setia dan selalu melayani, serta menyediakan hidangan makan yang dimasaknya sesuai kegemaran suami dan anak-anaknya. Ibu pandai memasak, terutama sambel tumpang, sambel goreng kreni dan krecek, asem-asem buncis, botok, tempe besenge, dan jenis masakan khas Solo lainnya.

Pada Hari Perempuan dan Hari Ibu ini, saya mengenangnya dan bersyukur.

 * Sumber gambar: pixabay.com.

Category: PelangiTags:
No Response

Leave a reply "Kasih dan Sosok Ibu Tak Lekang oleh Waktu"