Skenario Terburuk Anies dan Teriakan IDI

Gonjreng.com – Skenario terburuk Anies, Gubernur DKI Jakarta dalam menghadapi serangan virus corona (Covid-19) yang melanda wilayahnya sudah disiapkan dan telah berkoordinasi dengan Jokowi.

Sebelumnya Jokowi mengatakan telah menyiapkan beragam skenario, termasuk skenario terburuk untuk bulan April dan Mei serta menginginkan dampak Covid-19 dikalkulasi secara matang.

Skenario terburuk Anies tadi membagi 3 kelompok masyarakat yang terindikasi positif Covid-19, yaitu kelompok pertama, parah/kritis sebesar 8%, kelompok kedua, berat sebesar 12%, dan kelompok ketiga, ringan sebesar 80%. 

Diutamakan atau masyarakat yang mendapat perhatian khusus adalah kelompok pertama dan kedua.

Asumsi skenario terburuk Anies tadi berdasarkan jika kasus yang menimpa masyarakat akibat serangan virus corona semakin meningkat. Pemprov DKI Jakarta sudah menyiapkan skenario untuk menangani ketika kasusnya berjumlah 500, 1.000, hingga8000 orang (detik.com).

Per 24 Maret 2020 pukul 15.45 WIB, jumlah korban virus corona di Indonesia sebanyak 686 orang, di antaranya 55 orang meninggal, 30 orang sembuh.

sumber gambar: cnnindonesia.com

 Di atas tadi dikatakan skenario terburuk Anies menyiapkan hingga 8000 orang positif terjangkit virus corona.

Bagaimana kalau nantinya melebihi jumlah 8000 orang itu?

Berarti butuh skenario lagi, tapi kalau melihat jumlah korban di Indonesia per 24 Maret 2020 tadi sebesar 686 orang, angka 8000 itu masih cukup aman, namun di sisi lain korban akibat serangan virus corona hingga bulan Mei nanti sulit diprediksi.

Untuk itu perlu koordinasi yang baik antar pihak yang terkait, termasuk memberi perhatian untuk teriakan yang dilontarkan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) ini.

Menurut Ketua Satgas Covid-19 PB IDI Zubairi Djoerban, distribusi alat tes cepat corona yang diimpor pemerintah belum berjalan baik di lapangan.

“Saya mohon alat tes yang diimpor sebanyak satu juta oleh pemerintah, bisa segera dibagikan ke rumah-rumah sakit,” katanya di sini

Diperlukan tes cepat (rapid test) serempak di berbagai wilayah di Indonesia penting dilakukan untuk mencegah pandemi virus corona semakin parah. 

“Begitu kita temukan orang yang positif, ditelusuri kontaknya dengan siapa saja maka jumlah penyebarannya akan menjadi bisa amat dibatasi,” ujar Ketua Satgas Covid-19 PB IDI Zubairi Djoerban.

Tentu hal ini bisa tercapai, antara lain jika distribusi alat tes cepat (rapid test) corona tadi sudah berjalan baik.

Sekali lagi, adanya skenario terburuk Anies itu cukup baik, sudah ada perencanaan jauh hari, tapi mudah-mudahan tidak terjadi hal yang terburuk itu.

Hal ini bisa tercapai jika ada koordinasi yang baik antar pihak-pihak yang terlibat dalam mengatasi pandemi virus corona.

***

Sumber gambar: tirto.id.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *