Shibori, Kain Jumputan ala Jepang yang Berwarna Indigo

Shibori
Shibori

Gonjreng.com – Shibori, kain jumputan ala Jepang yang berwarna indigo atau biru, akhir-akhir ini marak di kancah mode. Tak hanya banyak yang kini mengenakan baju berbahan shibori, namun berbagai kursus membuat kain ini pun ramai ditawarkan di sana-sini.

Kain ini sebenarnya adalah sebuah teknik mengikat, mencelup, dan mewarnai kain (tie-dye) yang berasal dari Jepang. Motifnya pun beraneka yang diciptakan dengan mengikat kain, melilitkan kain pada sebatang tongkat, menjahit kain, atau dengan melipat kain, sebelum bahan dicelup ke pewarna. Lekukan, lipatan, atau jahitan kain yang tak terkena pewarna menjadikan motif shibori menjadi unik. Masing- masing cara menghasilkan motif yang berbeda.

Teknik tie-dye sebenarnya berasal dari India yang kemudian menyebar ke Cina, Jepang, Indonesia, hingga ke seluruh dunia. Shibori sendiri diperkirakan telah ada pada abad ke 8 di Jepang. Shibori berasal dari kata shiboru yang berarti memeras, meremas, atau menekan. Awalnya dibuat oleh rakyat yang tidak mampu membeli pakaian yang terbuat dari sutra atau katun. Karena itu mereka mencelup baju lama mereka yang terbuat dari rami dengan warna indigo yang gelap untuk menutupi noda-noda yang ada. Dengan begitu baju lama mereka terlihat kembali baru dan menarik.

Beberapa teknik kain ini yang populer adalah : Shibori Kanoko, bahan diikat dengan tali sebelum dicelupkan dalam pewarna. Motif tergantung dari seberapa lebar dan ketat ikatan tali pada kain. Tehnik ini sama dengan jumputan. Ikatan dapat dibuat secara acak atau dengan pola tertentu.

Shibori Miura, dibuat dengan menarik benang kain pada tempat tertentu menggunakan jarum kait. Benang tidak diikat mati hanya dikencangkan. Motif yang dihasilkan memiliki pola aliran air.

Shibori Arashi, kain dililitkan pada sebatang tongkat kemudian diikat dengan arah tali serong. Bahan selanjutnya dikerut atau dikumpulkan di tengah tongkat. Motif yang dihasilkan memiliki pola serong dan berlipit.

Shibori Kumo, teknik ini mirip dengan Kanoko tapi ikatan yang dibuat lebih kecil dengan jarak tertentu. Motif yang dihasilkan mirip dengan jaring laba-laba.

Shibori Nui, kain dijelujur kemudian ditarik erat sebelum diwarnai. Tehnik ini sama dengan tehnik jumputan Palembang atau sasirangan.

Shibori Itajime, kain dilipat seperti akordion kemudian dipress di antara dua kayu dan diikat erat dengan tali atau karet gelang. Motif yang dihasilkan akan tergantung dari bentuk kayu press serta bentuk dan jarak tali pengikat.

Prosesnya sebenarnya mirip dengan proses pewarnaan batik, hanya pada batik motif dibuat dengan malam/lilin. Pembuatan kainnya sangat menarik karena motif yang dihasilkan sering tidak terduga. Hampir tak ada dua shibori yang identik sama.

Mudah kan? Yuk, kita buat!

Sumber berita: blog.madesmith.com. Sumber foto: flickr.com.

Category: PelangiTags:
No Response

Leave a reply "Shibori, Kain Jumputan ala Jepang yang Berwarna Indigo"