SBY Ikut Bicara tentang Penanganan Virus Corona

Gonjreng.com – SBY ikut bicara.

Bukan bicara tentang dirinya sudah tidak lagi menjabat ketua umum Partai Demokrat dan digantikan putra sulungnya, AHY.

Kongres V Partai Demokrat yang berlangsung pada Minggu (15/3/20) secara aklamasi telah memutuskan AHY sebagai orang no 1 di Partai Demokrat menggantikan ayahnya, dan SBY pun menyampaikan pidato politik terakhirnya selaku ketua umum Partai Demokrat di sini.

Dalam pidatonya tadi SBY menyampaikan ada tiga hal yang menjadi tugas besar bangsa Indonesia lima tahun ke depan.

Tiga hal tadi merupakan prediksi SBY, tapi bukan berarti SBY sudah beralih profesi menjadi dukun.

Sila baca juga: AHY dan SBY Tenggelam dalam Berita Virus Corona.

Kali ini SBY ikut bicara tentang penanganan virus corona (Covid-19) yang sedang melanda dan mengguncang dunia saat ini.

Menurut mantan presiden RI ke 6 itu, pemerintahan Jokowi harus lebih serius menangani virus corona, dan juga mengoreksi langkah penanganan terhadap virus tersebut selama ini.

“Langkah yang lebih serius, atau sangat serius, memang diperlukan. Secara jujur harus saya katakan bahwa pemerintah harus melakukan koreksi dan perbaikan atas langkah-langkah awal yang dilakukan,” kata SBY yang diunggah ke dalam akun Facebook resminya (detik.com).

Beberapa waktu lalu pun SBY pernah mengunggah pernyataannya lewat akun Facebook resminya terkait kasus Jiwasraya, tapi setelah itu tak terdengar lagi pernyataannya tentang kasus dugaan korupsi gila-gilaan atau mega skandal yang disebut kasus Jiwasraya tadi.

Selain kasus Jiwasraya, ada juga kasus mega skandal lainnya yang disebut kasus Asabri. 

Menko Polhukam Mahfud MD adalah pejabat pertama yang mengungkapkan kasus Asabri ke publik, tapi belakangan ini pun tak terdengar lagi suaranya, seperti hilang tertiup angin lalu.

SBY ikut bicara tentang kasus Jiwasraya, dan Mahfud MD terkait kasus Asabri, tapi tak terdengar lagi suaranya, padahal dua kasus tersebut ada potensi uang negara hilang hingga puluhan triliun rupiah.

Saat ini sedang merebak pandemi virus corona (Covid-19), tak heran jika kasus dugaan korupsi gila-gilaan atau mega skandal yang disebut kasus Jiwasraya dan Asabri tadi tenggelam atau jauh dari perhatian masyarakat.

SBY diam atau tak bersuara lagi terkait kasus Jiwasraya, tapi kini SBY ikut bicara tentang penanganan virus corona yang sedang menjadi perhatian publik.

Artinya apa?

SBY sedang cari panggung atau ikut prihatin dan ingin membantu pemerintahan Jokowi?

Terserah pendapat masing-masing orang saja, tapi tak ada salahnya menyimak lebih lanjut pernyataan mantan presiden RI ke 6 dan ketua umum Partai Demokrat ini.

SBY menilai awalnya langkah pemerintah terlalu percaya diri dan menganggap enteng virus corona (Covid-19). 

“Mungkin awalnya terlalu percaya diri (over-confident), menganggap ringan (under-estimate), sementara pernyataan sejumlah pejabat saya nilai tidak tepat (misleading). Tapi itu sudah lewat. Yang positif, tindakan pemerintah kini makin nyata,” kata SBY.

Terkesan mengkritik di depan, kemudian memuji di belakang.

Bukankah kali ini SBY ikut bicara dan terkesan bijak?

Ada yang mengatakan politik adalah seni. Bukan hal yang aneh dan baru jika awalnya terkesan mengkritik, tapi ujung-ujungnya terkesan memuji atau menghargai.

SBY ikut bicara juga tentang ketenangan rakyat dalam menghadapi virus corona. 

Menurutnya rakyat akan merasa tenang jika pemerintah melakukan langkah yang tepat dan diberi informasi yang diperlukan.

“Rakyat akan merasa tenang dan tak akan panik, seperti yang selalu diinginkan oleh pemerintah, apabila rakyat yakin pemerintahnya melakukan langkah-langkah yang benar, tepat dan kredibel. Sebagaimana yang dilakukan oleh negara lain, yang dinilai berhasil. Rakyat juga tenang, jika mereka terus diberikan informasi yang diperlukan, disertai apa yang pemerintah harapkan untuk dilakukan oleh masyarakat dan warga,” kata SBY.

Mungkin ada sebagian pihak, meski sudah berulang-ulang membaca pernyataannya tadi bingung, tak mengerti apa maksud SBY.

Apakah SBY ikut bicara tentang penanganan virus corona (Covid-19), tapi tak lebih atau sekadar melontarkan pernyataan standar atau normatif?

Apakah SBY sedang menyindir pemerintahan Jokowi yang dinilainya tidak tenang, meski Jokowi telah mengimbau agar rakyat tenang dalam menghadapi serangan virus corona?

Apakah SBY termasuk pihak yang tak puas atas informasi Covid-19 yang diberikan pemerintahan Jokowi selama ini?

Sekali lagi terserah pendapat masing-masing orang saja untuk menginterpretasi atau menafsirkannya.

Apapun persepsi orang terkait SBY ikut bicara tentang penanganan virus corona (Covid-19) yang sedang menjadi perhatian masyarakat saat ini, terserah.

Bebas saja.

Kapan SBY ikut bicara lagi, dan masalah apa yang akan ditanggapinya di masa depan?

Tak seorang pun yang bisa memastikan apa yang terjadi di masa depan, meski seorang dukun yang canggih sekalipun.

***

Sumber gambar: detik.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *