Sashiko

Gonjreng.com – Sashiko adalah tehnik menjahit halus dengan menggunakan benang katun. Di Indonesia kita mengenalnya dengan nama menyulam.

Tehnik menjahitnya kurang lebih sama, tapi untuk yang satu ini lebih banyak menggunakan tehnik jelujur yang merupakan tehnik dasar dalam jahit-menjahit.

Sashiko pun mulai ngetren di Jakarta, setelah Shibori yang begitu heboh dan membuat hampir semua designer mengeluarkan mode pakaian hasil celupan asal Jepang ini.

Di Jepang, tehnik sulam ini bermakna sebagai tikaman halus yang berfungsi untuk memperindah tambalan di baju atau celana.

Tehnik sulam ini selain memperindah, juga sebagai penguat lapisan kain pada pakaian. Tambalan akan berubah menjadi seni dekoratif yang lebih indah dipandang.

Biasanya tehnik ini menggunakan benang katun berwarna putih dan dijahit di atas kain polos berwarna Indigo (warna alam yang dihasilkan dari pepohonan dan kulit kayu).

Warna yang dihasilkan dari tanaman ini kemudian dicelup ke bahan warna putih sehingga menghasilkan warna tradisional yang alami.

Pencelupannya dilakukan secara manual dengan menggunakan benang putih yang membuat penampilan Sashiko yang khas dan berkelas.

Sashiko

Sashiko sering dijumpai dalam tusukan halus berbentuk seperti ombak, gunung, ekor anak panah, bambu, overlapping diamond, kilat, heksagon yang bertautan, bunga persik dan lain-lain. Awalnya sekitar abad 18 digunakan untuk menyatukan beberapa kain tipis agar menjadi lebih tebal dan hangat jika dipakai. Kebanyakan motifnya diambil dari motif China, kemudian motif-motif tadi dikembangkan oleh masyarakat Jepang.

Sashiko bisa dibedakan dari bentuk jahitannya. Sashiko Moyosazhi jahitannya mirip dengan jahitan jelujur dan Sashiko Hitomesazhi yang bukan seperti jahitan jelujur.

Moyosazhi lebih banyak dikenal karena jahitannya lebih mudah, rapi dan panjang tusukan yang teratur. Hasil jahitannya berpola geometris dan lebih mudah dipelajari, namun membutuhkan ketelatenan dan ketekunan dalam tehnik jahit ini.

Para ibu muda dan gadis remaja pun banyak yang mencari dan mengikuti kursus yang ditawarkan di media sosial. Mungkin mereka tidak tahu bahwa di negeri ini pun memiliki tehnik menyulam yang tinggi, lebih rumit dan hampir punah saat ini.

Hilangnya tehnik menyulam tradisional Indonesia karena posisi tangan lentik tergantikan dengan mesin-mesin jahit canggih sehingga tehnik menyulam tradisional menghilang atau tidak dilestarikan seperti Sashiko dan Shibori di Jepang. Negara sakura ini terus berkembang pesat, tapi tetap menjaga dan melestarikan peninggalan budaya leluhurnya.

*Sumber gambar: flickr.com.

Sila Komentar

Sila Tinggalkan Komentar Anda
Masukkan Nama Anda di Sini

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.