Kelas Kehidupan dan Sang Pencipta (Bagian 2)

0 339
Kelas Kehidupan dan Sang Pencipta Bagian 2
Kelas Kehidupan dan Sang Pencipta Bagian 2

Kelas Kehidupan dan Sang Pencipta (Bagian 2)

Gonjreng.com – Apa bedanya¬†‘life happens to you’ dan ‘life happens from you’?¬†Sangat berbeda.¬†Manusia yang masih berada di kelas kehidupan terbawah, atau di victim stage,¬†yakin bahwa¬†mereka tak punya kontrol atas hidup ini. Untuk mereka, semua yang terjadi adalah suratan nasib atau takdir. Life happens to them.¬†

Sementara, manusia yang telah berhasil keluar dari kelas kehidupan victim stage, yakin bahwa manusia sebagai ciptaan Sang Pencipta Agung, memiliki kontrol atas hidupnya sendiri. Manusia mampu menciptakan realitas hidupnya dengan menggunakan pikiran-pikiran sebagai blue-print atau cetak-biru kreasinya. Untuk mereka, life happens from them.

Kenyataannya, belum banyak manusia bisa keluar dari kelas victim stage. Mengapa? Karena di sepanjang hidupnya Рmau atau tak mau, benar atau salah, baik atau buruk Рada serangkaian pemrograman mental yang dijejalkan pada mereka melalui pendidikan, budaya, pergaulan, nilai-nilai sosial, atau keyakinan religi. Pemrograman mental yang telah tertancap, akan sulit dicabut kecuali melalui intervensi kesadaran tertinggi.

Berdasarkan kesadaran penciptaannya, secara keseluruhan manusia memiliki empat level kelas kehidupan:

Kelas 1: Victim Stage –¬†seperti telah dijelaskan,¬†kelas kehidupan¬†ini adalah tingkatan dimana manusia yakin bahwa ia adalah “korban”¬†dari¬†nasib yang¬†mengontrol hidupnya.

Kelas 2: Thoughts Create Reality Рkelas kehidupan kedua ini berisi manusia-manusia yang telah berhasil lulus dari kelas 1. Melalui pengalaman-pengalaman serta pencerahan, kelompok ini yakin bahwa realitas-realitas yang terjadi dalam hidupnya adalah hasil dari pikiran-pikiran mereka sendiri. Mereka percaya bahwa manusia memiliki kontrol atas hidup, dan adalah co-creators dari realitas mereka sendiri.

Kelas 3: Servant to a Higher Calling Рatau Tentara Semesta yang Memiliki Tugas Istimewa. Kelas kehidupan ke-3 ini adalah mereka yang, setelah memahami bahwa mereka adalah co-creators, menyadari bahwa mereka memiliki mandat untuk mengubah dunia menjadi lebih baik dan luhur. Tak banyak yang mampu naik ke kelas 3, karena membutuhkan akselerasi vibrasi yang menekan emosi serta nafsu negatif manusiawi.

Kelas 4: Feeling of Oneness Рini adalah kelas tertinggi, dimana manusia telah mampu bersatu dengan segalanya di alam semesta dan menjadi bagian dari Sang Pencipta Agung. Pada jaman dahulu, tingkatan ini hanya bisa dicapai oleh mereka yang dianggap bodhisatwa atau avatar, atau orang-orang suci Рyaitu mereka yang mampu mengalami pengalaman indah tak terekspresikan dengan melebur bersama jagat raya dan seisinya. Di era modern, sejak para ilmuwan menemukan mata rantai antara agama, spiritualisme, mistis dan sains melalui Fisika Quantum yang menghebohkan itu, mulai banyak jiwa yang dilaporkan mampu mencapai tingkatan tertinggi ini.

Lalu, ada di kelas kehidupan yang mana kita? Tak jadi soal di kelas mana pun, setiap jiwa adalah istimewa. Kita semua memiliki kesempatan yang sama, di sepanjang keabadian, untuk melebur bersatu dengan Sang Pencipta.

BERSAMBUNG

* Laksmi D. Haryanto. Sumber: Vishen Lakhiani, ‘Bending Reality: How to Influence the World with Your Consciousness’, a Mindvalley Academy’s webinar, 2016. Sumber ilustrasi:¬†pixabay.com.

Category: HakikatTags:
No Response

Leave a reply "Kelas Kehidupan dan Sang Pencipta (Bagian 2)"