Sambisari
Sambisari

Gonjreng.com – Saat suami menyatakan ingin melihat candi Sambisari, saya pikir dia salah sebut nama. “Sambisari ? Nggak pernah dengar. Di mana tuh ?”, tanya saya. Ternyata sang suami juga tidak tahu. “Pokoknya di Yogya…”, katanya bersikeras, tapi alhamdulillah supir mobil sewaan kami tahu di mana letak candi tersebut, dan di luar perkiraan kami, candi Sambisari hanya sekitar 3 km saja dari bandara Adi Sucipto.

Kami pun langsung berkunjung ke sana sebelum ke hotel.

Kompleks candi Sambisari terletak di tengah pemukiman penduduk yang cukup padat. Saat memasuki kompleks candi, saya merasa surprise karena sangat terawat, hijau dan luas. Tentu saja jangan dibandingkan dengan candi Prambanan atau Borobudur yang terkenal itu, namun keasrian kompleks candi ini seperti oasis yang menyejukkan di lingkungan yang padat rumah di sekelilingnya.

Untuk menuju ke candi Sambisari kami harus melewati anak tangga, karena candi ini terletak 6,5 m di bawah tanah, dan tadinya diperkirakan tertimbun oleh erupsi gunung Merapi. Candi ini ditemukan tahun 1966 oleh seorang petani yang sedang menggarap lahannya, sedangkan pemugaran candi yang terdiri dari candi utama dan tiga candi kecil di depannya ini diselesaikan tahun 1986.

Candi Sambisari merupakan candi Hindu – seperti halnya candi Prambanan dan Kalasan – yang diperkirakan dibangun pada abad ke 9 oleh Rakai Garung dari wangsa Syailendra, di zaman kerajaan Mataram Hindu.

Kompleks candi Sambisari memiliki dua lapis pagar batu. Pagar rendah pada bagian halaman luar, sedangkan halaman dalam memiliki pagar setebal 50 cm setinggi 2 meter. Masing-masing pagar memiliki pintu yang sederhana setiap sisinya pada empat sisi yang ada. Candi utama telah berhasil dibangun hampir utuh, namun tiga candi kecil di depannya masih berupa tumpukan batu.

Saya sungguh mengagumi para pemugar candi Sambisari ini, karena sangat sulit mereka-ulang bangunan dari tumpukan batu yang berserakan seperti puzzle 3D raksasa. Dibutuhkan kesabaran , ketelitian, dan ketekunan yang luar biasa tentunya.

Sambisari
Sambisari

Candi utama dihiasi pahatan naga atau kepala naga, dan singa atau Makara. Bisa dilihat pada tangga serta hiasan di pintu masuk ruangan di puncak candi. Di dalam ruangan terdapat patung Lingga dan yoni setinggi 1,5 m yang melambangkan kesuburan, sedangkan di bagian luar dinding candi utama terdapat ceruk di tiap sisinya dengan patung Ganesha (sisi timur), Durga (sisi utara) dan Syiwa (sisi selatan).

Walaupun tidak terkenal dan sebesar candi Borobudur atau Prambanan, Sambisari tetap menarik untuk dikunjungi, dan peninggalan sejarah Indonesia yang harus dijaga. Jangan sampai peninggalan bersejarah hanya bisa dinikmati oleh segelintir kolektor, atau kita harus ke luar negeri untuk melihatnya.

* Darmayani utami, foto koleksi pribadi

Sila Komentar

Sila Tinggalkan Komentar Anda
Masukkan Nama Anda di Sini

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.