Said Didu Santai Saja Menghadapi Ancaman Luhut

Gonjreng.com – Said Didu, mantan Sekretaris Kementerian BUMN namanya belakangan ini menjadi pembicaraan hangat, bahkan #WeAllStandWithSaidDidu sempat trends di Twitter. 

Banyak pihak yang memberikan dukungan moral kepada Said Didu yang sedang bermasalah atau ada masalah dengan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan.

Said Didu menilai pemerintah lebih mementingkan peninggalan monumental (legacy) berupa ibu kota baru di atas permasalahan lainnya. Ia pun menuding Luhut ngotot agar Menteri Keuangan Sri Mulyani tidak ‘mengganggu’ dana untuk pembangunan Ibu Kota Negara.

Masih ada lagi pernyataannya yang membuat pihak Luhut tersinggung, kemudian menuntut Said Didu untuk meminta maaf dalam waktu 2×24 jam. Jika tidak, akan dituntut secara hukum. 

Sila baca juga: Posisi Luhut Terpojok, Jalan Keluarnya Mudah Saja?

Batas waktu 2×24 jam tadi akan berakhir esok siang (4/4/20). 

 “Kami tunggu sampai Minggu setelah makan siang,” ujar Juru bicara Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jodi Mahardi (tempo.co).

Bagaimana tanggapan mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu menghadapi ancaman dari pihak Luhut tadi? 

Terkesan santai saja, bahkan ketika awal ada tuntutan minta maaf tadi, ia mengunggah video ke akun Twitter-nya sedang memandikan sapi-sapinya.

Hari ini (4/4/20) kembali ia mengunggah sebuah video ke akun Twitter-nya sedang memetik bunga anggrek di kebun.

Said Didu terancam dikenakan pasal hate speech, pasal 317 KUHP dan 318 KUHP dan Pasal 45A ayat 2 UU Nomor 19 tahun 2016 terkait ITE jika menyebarkan ujaran kebencian, yaitu bisa memprovokasi, menghasut, serta penyebaran kabar/berita bohong melalui media sosial.

Sebagian pihak ada yang menilai pasal-pasal di atas tadi adalah “pasal karet” yang cenderung berpihak atau melindungi penguasa, tapi entahlah, ada atau tidak hubungannya dengan Said Didu santai saja dan ancaman yang ditujukan kepadanya hanya merupakan “pasal karet”.

Said Didu terancam “pasal karet”, bagaimana dengan Faisal Basri yang menurut penilaiannya Luhut lebih berbahaya dari virus corona (Covid-19)?

Hingga saat ini tak terdengar tuntutan minta maaf dari pihak Luhut kepada Faisal Basri seperti halnya Said Didu.

Tak lama lagi batas waktu 2×24 jam dari pihak Luhut tadi berakhir. Markitung (mari kita tunggu) saja, apakah ada atau tidak permintaan maaf dari mantan sekretaris kementerian BUMN itu.

Said Didu selama ini mengklaim dirinya adalah “Manusia Merdeka”.

***
Sumber gambar: tempo.co.

Sila baca juga: Rizal Ramli: Soeharto Jauh Lebih Kuat dan Cerdik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *