Said Didu Dilaporkan, Apa yang Akan Terjadi?

Gonjreng.com – Said Didu dilaporkan kepada pihak kepolisian oleh Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan.

Beberapa waktu lalu mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu mengeluarkan pernyataan yang dianggap telah merugikan pihak Luhut.

Said Didu diberi kesempatan untuk meminta maaf, tapi tidak dilakukannya, justru mantan Sekretaris Kementerian BUMN yang mengaku sebagai “Manusia Merdeka” itu mengirim surat klarifikasi.

Sila baca juga: Klarifikasi Said Didu.

Surat klarifikasi tadi tidak diindahkan oleh pihak Luhut, dan Said Didu dilaporkan ke polisi, ada rencana seperti itu.

Rencana tersebut akhirnya diwujudkan juga dan diberitakan oleh media.

“Saya kuasa hukum pelapor, Pak Luhut Binsar Panjaitan, dengan Surat Kuasa Khusus tertanggal 8 April 2020,” kata Arief di sini.

“Laporan dugaan tindak pidana pencemaran nama baik melalui media elektronik UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 35 ayat (3) jo Pasal 27 ayat (3), Penyebaran berita bohong UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 14 ayat (1) dan/atau ayat (2) dan/atau Pasal 15, Penghinaan Pasal 310 dan 311 KUHP yang dilakukan oleh MUHAMMAD SAID DIDU,” kata Arief menambahkan.

Setelah Said Didu dilaporkan ada hal-hal yang cukup menarik perhatian.

Pertama, apakah Said Didu dilaporkan karena telah melanggar “pasal karet”?

Kedua, sebelum Said Didu dilaporkan kepada pihak kepolisian, sudah ada suara-suara sumbang atas ancaman pihak Luhut yang akan menuntut secara hukum mantan Sekretaris Kementerian BUMN itu, kemudian dicontohkan saat era Habibie, Gus Dur, dan SBY di mana segala hujatan, cacian, dan makian yang ada dan ditujukan kepada ketiga Presiden RI tersebut (tentu presiden lebih tinggi jabatannya dibanding menko) tidak berakhir di pengadilan.

Ketiga, terbetik berita bahwa Luhut tidak berpikir akan menuntut Said Didu secara hukum. Ia menyerahkan masalah yang ada kepada anak buahnya atas pernyataan Said Didu yang menyebut dirinya hanya memikirkan uang, uang, dan uang terkait rencana pemindahan Ibu Kota Negara.

Luhut tidak kepikiran untuk menuntut Said Didu secara hukum, Ruhut Sitompul pun berkicau seperti ini:

Seret Said Didu ke Jalur Hukum, Menko Luhut: Saya Enggak Kepikiran, Itu Urusan Anak Buah, Pak LBP Hatinya Emas, karena itu Kami para Sahabatnya marah hukum harus ditegakkan di Negara Hukum Indonesia tercinta maka jadikan Hukum itu Panglima MERDEKA“.

Sila baca: Luhut Hatinya Emas.

Mengapa sekarang Said Didu dilaporkan?

Apakah hal ini sesuai lirik lagu Tinggi Gunung Seribu Janji?

Memang lidah tak bertulang adalah salah satu lirik lagu tersebut.

Atau hanya taktik Luhut semata ketika mengatakan tidak kepikiran akan menuntut Said Didu secara hukum?

Keempat, pihak Luhut menyediakan 4 pengacara untuk menuntut Said Didu secara hukum. Berapa banyak pengacara yang akan mendampingi Said Didu?

Kelima, memang benar Said Didu dilaporkan kepada pihak kepolisian oleh pihak Luhut, dan sudah terjadi, tapi apakah sudah pasti akan berakhir di meja hijau?

Proses perkara ini diperkirakan memakan waktu cukup panjang dan lama, jika benar akan berakhir di meja hijau.

Apakah tidak ada kemungkinan, ketika perkaranya sudah menyita perhatian publik dan berlangsung cukup lama tadi, ternyata tidak sampai ke pengadilan, tapi berakhir dengan cipika-cipiki atau semacam itu?

Kalau soal cipika-cipiki tadi teringat dua sosok ini, yaitu Jokowi dan Prabowo.

Katanya tegang dan mencekam suasana waktu itu – usai Pilpres 2014 dan Pilpres 2019 – tapi Jokowi dan Prabowo akhirnya cipika-cipiki juga…muaaach!

Apakah ada kemungkinan pihak Luhut dan Said Didu akhirnya cipika-cipiki juga atau kasusnya tidak berakhir di pengadilan?

Mungkin masih ada hal yang menarik perhatian publik lainnya setelah Said Didu dilaporkan oleh pihak Luhut tadi.

Tapi cukup 5 saja, bukan berarti sedang teringat dengan Pancasila.

Jika ada yang ingin menambahkan, karena menurutnya masih ada hal lain yang menarik perhatian publik setelah Said Didu dilaporkan, sila tambahkan sendiri.

***

Sumber gambar: wartakota.tribunnews.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *