Rizieq Shihab Pulang ke Tanah Air Sebentar Lagi?

Gonjreng.com – Rizieq Shihab, atau Habib Rizieq tokoh FPI itu namanya sempat menjadi perhatian publik sebelum dan menjelang Pilpres 2019.

Capres Prabowo waktu itu berjanji akan mengusahakan kepulangan Rizieq Shihab dari Arab Saudi jika memenangkan Pilpres 2019 sekaligus menjadi Presiden RI.

Namun cita-cita atau obsesi Prabowo itu tidak tercapai, karena kembali kalah melawan Capres Jokowi. Nasib Rizieq Shihab menjadi terkatung-katung di Arab Saudi, dan keinginannya untuk pulang ke tanah air pun semakin tidak jelas.

Semakin tidak jelas nasib Rizieq Shihab usai Pilpres 2019 setelah Jokowi dan Prabowo cipika-cipiki di halte di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan (13/7/2019).

Tak lama kemudian ada wacana Prabowo masuk ke dalam kabinet Jokowi. AHY putra SBY pun diisukan menjadi salah satu calon menteri Jokowi pada pemerintahan periode kedua, tapi AHY tidak terpilih, dan Prabowo ternyata bersedia menjadi pembantu Jokowi dengan jabatan menteri pertahanan.

Di sinilah muncul frasa politik itu dinamis, politik itu cair, dan juga populer frasa “Demi bangsa dan negara, saudara-saudara!”.

Saudara-saudara…saudara-saudara…saudara-saudaraaaaaaaaaaaaaa…!

Rizieq Shihab yang ingin pulang ke tanah air tapi memiliki kasus overstay di Arab Saudi semakin terkatung-katung nasibnya.

Perdebatan antara pemerintah dan pendukung Rizieq Shihab mengenai kepulangannya ke tanah air pun cukup ramai menghiasi media. Kadang timbul, kadang tenggelam hingga akhirnya publik melupakannya karena muncul isu lainnya yang lebih menyita perhatian.

Terbetik berita pada Desember 2019 sebuah kota di Cina, yaitu Wuhan ditemukan korban pertama akibat serangan virus yang disebut corona (kelak namanya pun berganti menjadi Covid-19). 

Dari Wuhan, Cina menyebar ke mana-mana. Jepang, Korea, Filipina, Malaysia, Singapura pun diserang dan ditemukan korban virus corona di sana. 

Bukankah Malaysia dan Singapura tetangga atau sudah dekat dengan Indonesia?

Secara geografis benar, tapi masih banyak pejabat pemerintah seperti Menteri Kesehatan Terawan dan Menko Polhukam Mahfud MD memiliki keyakinan tinggi virus corona belum memasuki Indonesia, meski sudah ada peringatan dari pihak asing seperti Amerika Serikat, Australia, dan WHO (Organisasi Kesehatan Dunia).

Namun pada 2/3/20 Jokowi mengumumkan ada dua orang positif terpapar virus corona di Indonesia. Menteri Kesehatan Terawan yang sebelumnya masih yakin virus itu tidak menyerang Indonesia hanya bisa diam dan duduk terpekur menemani Jokowi saat mengucapkan pengumuman tadi.

Belum satu bulan sejak pengumuman Jokowi tadi, jumlah korban virus corona (Covid-19) semakin bertambah banyak saja.

Per 26 Maret 2020 pukul 15.45 WIB korban yang tercatat sebanyak 893 orang, di antaranya 78 orang meninggal dunia, dan 35 orang dinyatakan sembuh.

sumber gambar: cnnindonesia.com

Saat ini sering terdengar “pernyataan yang melankolis dan menyentuh perasaan” seperti lupakan masa lalu, yang sudah terjadi biarlah terjadi, sekarang mari kita hadapi kenyataan yang ada, kita perangi virus corona secara bersama-sama, kita adalah bangsa yang besar, bangsa petarung, bangsa yang tahan uji, tidak mudah menyerah, dan seterusnya. 

Virus corona pun menyerang ke arah lain, memasuki Iran, Arab Saudi, Italia dan negara negara Eropa lainnya.

Pemerintah Arab Saudi pun menerapkan beberapa kebijakan yang dianggap ekstrem demi mencegah penyebaran virus corona.

Baru-baru ini ada keputusan pemerintah Arab Saudi untuk mengampuni semua jemaah umroh yang overstay, dan meminta Pemerintah Republik Indonesia menjemput warganya di sana. Sangat segera, tarcantum kalimat itu dalam surat Kedutaan Arab Saudi bertanggal 24 Maret 2020. 

Apakah Rizieq Shihab atau Habib Rizieq sebentar lagi akan pulang ke tanah air?

Apakah Rizieq Shihab tidak bisa lagi dicekal pemerintah seperti tudingannya selama ini?

Apakah kepulangan Rizieq Shihab karena ada serangan virus corona di Arab Saudi?

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah menjawab tidak tahu, ada atau tidak kaitannya dengan virus corona, dan ia pun mengatakan seperti ini:

“Mereka yang akan pulang ke Indonesia perlu mendaftar secara online ke pihak Saudi. Saya tidak tahu Habib mendaftar atau tidak.” (detik.com).

Kembali kalimat “tidak tahu” diucapkannya.

Benarkah Rizieq Shihab tokoh FPI itu sebentar lagi akan pulang ke tanah air?

Jawabannya tidak tahu.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri saja tidak tahu, apalagi penulis artikel ini?

Naaaaah…

***

Sumber gambar: fajar.co.id.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *