Rizal Ramli: Soeharto Jauh Lebih Kuat dan Cerdik

Gonjreng.com – Rizal Ramli, ekonom senior dan mantan menteri pada era Gus Dur dan Jokowi periode pertama mengatakan Soeharto jauh lebih kuat dan cerdik.

Sewaktu masih menjadi mahasiswa, ia kerap menentang kebijakan-kebijakan Soeharto (Orde Baru) dan akhirnya di penjara pada 1978.

Belakangan ini pun Rizal Ramli termasuk sosok yang sering mengkritik pemerintahan Jokowi menyangkut penanganan pandemi virus corona (Covid-19) di Indonesia.

Ia pun pernah menyarankan agar diterapkan kebijakan lockdown guna mengatasi pandemi virus corona (Covid-19), dan dananya diambil dari seluruh proyek infrastruktur yang dihentikan, termasuk Ibu Kota Baru di Kalimantan Timur.

Tapi Jokowi atau pemerintah justru menerbitkan peraturan pemerintah (PP) tentang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan Keppres penetapan kedaruratan kesehatan masyarakat pada 31/3/20.

Lewat akun Twitter-nya Rizal Ramli terkesan heran dan mengatakan aneh luar biasa. Rakyat sedang darurat kesehatan, kok justru mau darurat sipil? Kemudian diakhiri dengan kalimat “Ampun deh”.

Sila baca juga: Keputusan Jokowi Bikin Rizal Ramli Tulis Ampun Deh.

Ia pun pernah mecuitkan tentang Ratu Utang berbunga mahal dan Skandal Century. Sang Ratu Utang memastikan kebijaksanaan dan implementasinya tidak bisa dijadikan kasus hukum, dan pejabat dijamin lolos hukum meski kebijakannya merugikan negara dan rakyat. 

Tidak dijelaskan secara rinci oleh ekonom senior itu, tapi diperkirakan publik cukup banyak yang tahu siapa Ratu Utang yang dimaksudnya tadi.

Sila baca: Ratu Utang dan Skandal Century Disebut Rizal Ramli.

Hari ini (4/4/20) kembali ekonom senior dan mantan menteri pada era Gus Dur dan Jokowi periode pertama itu berkicau lewat akun Twitter-nya, dan disebutnya nama Soeharto yang pernah berkuasa lebih dari 30 tahun, tapi akhirnya ditumbangkan oleh lawan dan kawan politiknya.

Selengkapnya cuitan ekonom senior Rizal Ramli tadi seperti ini:

“Saya hanya ingin mengingatkan bahwa RI adalah negara hukum, bukan negara kekuasaan. Semua ada batasnya! Governance, transparansi dan akuntabilitas adalah bagian penting dari demokrasi. Jangan offset terlalu jauh..Soeharto jauh lebih kuat & cerdik”.

Akankah cuitannya ini kembali meramaikan dunia maya atau ditanggapi oleh banyak pihak termasuk para politikus? 

Markitung (mari kita tunggu) saja.

***

Sumber gambar: tirto.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *