Restu Jokowi Buat Apa Sih Sebenarnya?

0 55
Restu Jokowi

Gonjreng.com – Restu Jokowi buat apa sih?

Entah mengapa restu Jokowi muncul dalam pembahasan atau penentuan Ketua Umum Partai Golkar yang akan datang. Hari geneeeee…masih minta restu-restuan? 

Kayak anak kecil, dan hanya bikin malu saja. Sudah gede kok masih perlu restu Jokowi? Apalagi ini menyangkut sebuah parpol besar seperti Partai Golkar yang akan mengadakan musyawarah nasional (munas) tak lama lagi.

Dua kandidat yang berpeluang besar untuk menduduki kursi ketua umum Partai Golkar adalah Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo (Bamsoet).

Ketua Umum Partai Golkar saat ini Airlangga Hartarto memiliki kedekatan hubungan dengan Presiden Jokowi karena jabatan Menteri Perindustrian yang disandangnya, sedangkan Bamsoet adalah Ketua DPR RI.

Kalau melihat jabatan dua kandidat kuat untuk menduduki kursi ketua umum Partai Golkar yang akan datang ini cukup keren, tapi mengapa masih perlu restu Jokowi?

Keren-keren kayak anak kecil, dan masih perlu restu Jokowi? Teringat sebuah lagu lama yang pernah dipopulerkan Tetty Kadi berjudul “Restumu Kunantikan”.

doa dan restumu kini kunantikan
penuh rasa kasih nan murni
doa dan cintamu cahaya hidupku
pelita biduk ke tepian

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar, Andi Sinulingga pun menyebut faktor restu Jokowi ini akan sangat menentukan bagi kedua kandidat tadi untuk menduduki posisi ketua umum Partai Golkar selanjutnya. 

Pertarungan antara kubu Airlangga Hartarto dan Bamsoet pun sudah dimulai. Entah intrik-intrik politik apa yang akan dimainkan sebelum menuju Munas Partai Golkar nanti.

Bamsoet pun mulai curiga, ada pihak-pihak yang sedang berusaha agar pemilihan ketua umum Golkar dilakukan secara aklamasi dalam gelaran Munas Partai Golkar.

“Kita melihat ada indikasi ke arah sana [aklamasi]. Menurut saya seperti praktik yang terjadi sebelumnya,” kata Bamsoet seperti dikutip dari cnnindonesia.com.

Menurutnya hal ini tak boleh terjadi karena Partai Golkar tidak terbiasa ketua umum lahir dari rapat pleno atau aklamasi, melainkan dari Munas.

Kecurigaan atau tuding menuding sudah terjadi, tapi tetap saja masih memerlukan restu. Sebenarnya restu Jokowi tadi buat apa sih? Apa alasannya?

Mengherankan, padahal siapapun yang terpilih untuk menjabat ketua umum Partai Golkar, memangnya Jokowi bisa apa? Misal, ternyata yang terpilih adalah sosok yang kurang disukai atau direstui, apakah Jokowi berani memutuskan untuk tidak memasukkan kader-kader Partai Golkar dalam kabinet yang akan datang sehingga Golkar menjadi partai oposisi?

Kemungkinan besar Jokowi tak berani mengambil keputusan politik seperti itu karena terlalu tinggi resikonya. Maka dari itu, buat apa restu Jokowi?

Cukup menarik pernyataan dari seorang pengamat politik ini. Menurut Burhanudin Muhtadi, Golkar tak bisa jauh dari lingkaran kekuasaan. Kalau Golkar keluar dari kekuasaan, elektabilitasnya akan anjlok seperti saat Golkar dipimpin oleh Aburizal Bakrie sekitar tahun 2014-2015 silam.

“Jadi memang basis massa Golkar tak siap kalau partai ini jauh dari kekuasaan,” katanya di sini.

Oh pantas kalau begitu, menyangkut kekuasaan rupanya. Tak heran seperti anak kecil yang masih perlu restu Jokowi.

sumber gambar: idntimes.com.

Category: NawacitaTags:
No Response

Leave a reply "Restu Jokowi Buat Apa Sih Sebenarnya?"