Putra Jokowi Menolak Proyek yang Ditawarkan Menteri

Putra Jokowi
Putra Jokowi

Gonjreng.com – Putra Jokowi, Gibran Rakabuming Raka menolak proyek-proyek pemerintah yang ditawarkan oleh seorang menteri. Tanpa basa-basi, putra Jokowi tadi mengatakan: “Oh tidak makasih Om, saya tidak mau berbisnis dengan pemerintah”.

Om yang dipanggilnya tadi adalah Luhut Binsar Panjaitan.

Berawal dari bulan Ramadhan lalu ketika Luhut berbuka puasa bersama Presiden Jokowi. Ia pun bertemu dengan putra Jokowi yang memiliki usaha atau bisnis kuliner. Gibran ditawarkannya untuk membantu suplai makanan katering dalam proyek-proyek penambangan dan pengolahan minyak lepas pantai.

Mengapa putra Jokowi menolak? Ketika orang-orang berebutan untuk mendapatkan proyek pemerintah justru Gibran menolaknya. Tapi menurut Presiden Jokowi kepada Luhut, sejak ia masih menjabat Wali Kota Solo, Gibran yang usaha kulinernya semakin berkembang, termasuk Martabak Kota Barat (Markobar) yang telah memiliki 21 gerai di 13 kota besar itu sudah menolak tawaran katering untuk acara pemerintah.

Gibran, putra Jokowi yang satu ini belum lahir atau masih kecil saat zaman Orde Baru dulu mengingat umurnya masih 29 tahun. Status putra presiden, putri presiden atau putra-putri menteri/pejabat tinggi dianggap sudah biasa terlibat dalam proyek pemerintah. Tidak ada istilah pembayarannya telat. Semuanya lancar dan menguntungkan, terlepas sekian tahun kemudian proyeknya hancur lebur karena kualitas pekerjaannya diabaikan.

Sampai kini pun yang namanya “proyek pemerintah” itu masih menjadi rebutan banyak orang. Contoh proyek pemerintah yang menguntungkan belakangan ini, tapi ada mark up gila-gilaan, yakni proyek E-KTP yang merugikan negara hingga triliunan rupiah.

Tidak ada nama putra Jokowi yang diduga terlibat di dalam proyek pemerintah E-KTP tadi, tapi justru sejumlah nama-nama Anggota Dewan yang katanya terhormat. Ketua DPR RI sendiri pun diduga ikut bermain dan menikmati uang haram tadi.

Penolakan putra Jokowi, Gibran Rakabuming Raka terlibat dalam proyek-proyek pemerintah tadi menurut Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menunjukkan Presiden Jokowi dan keluarganya terbiasa hidup jujur, bersih, dan sederhana.

“Jadi kita mau cari manusia seperti apa lagi? Presiden kita ini sudah berani, tegas, dan mau mendengar terhadap berbagai masukan. Dia juga berani memutuskan sesuatu dan bertanggung jawab atas keputusannya,” ujar Luhut.

Meskipun demikian, bukan berarti omongan Luhut di atas tadi langsung dipercaya oleh semua pihak. Mungkin saja ada sebagian pihak yang sirik, nyinyir, dan menyanggahnya.

Tapi entahlah kalau ditawarkan proyek-proyek pemerintah seperti yang ditawarkan Luhut kepada putra Jokowi tadi. Diterima atau ditolak? Kalau diterima biasanya langsung mingkem.

*Sumber berita: kompas.com, sumber gambar: youtube.com.

Category: NawacitaTags: