Puluhan Juta Masker Ditanyakan kepada Jokowi

Gonjreng.com – Puluhan juta masker, atau 50 juta masker ditanyakan kepada Jokowi.

Setelah Jokowi mengumumkan ada dua orang positif terjangkit virus corona (Covid-19) di Indonesia menimbulkan kepanikan. Masyarakat berbondong-bondong membeli masker, sekaligus memborongnya.

Jokowi pun berharap agar masyarakat tetap tenang karena masih ada stok puluhan juta masker di dalam negeri.

“Ya nanti Pak Menteri biar cek, tapi dari informasi yang saya terima stok yang di dalam negeri kurang lebih 50 juta masker ada. Memang pada masker-masker tertentu itu yang barangnya langka,” kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta (“Tenang! Jokowi Sebut Masih Ada 50 Juta Stok Masker” – detik.com, 3/3/20).

Kini, sekitar tiga minggu kemudian, puluhan juta masker yang dikatakan Jokowi tadi dipertanyakan oleh politikus Partai Demokrat Janson Sitindaon.

Bermula dari akun Twitter resmi Jokowi yang mengatakan protokol kesehatan yang dijalankan pemerintah dalam penanganan virus corona (Covid-19) sejalan dengan panduan World Health Organization (WHO) atau Badan Kesehatan Dunia, dan Jokowi pun meminta masyarakat agar menyimak dan mengikuti bersama. Di sinilah politikus Partai Demokrat tadi menanyakan puluhan juta masker yang dikatakan Jokowi tadi.

Menurutnya, saat ini masker langka untuk wilayah Jabodetabek, apalagi di luar Jawa. Ia pun meminta pemerintah untuk mengeluarkan stok puluhan juta masker yang ada di dalam negeri tadi.

“Siap pak, kita akan tonton. Tapi Masker yg kata bapak stoknya masih ada 50 juta itu keluarkan dululah pak. Di jabodetabek udah langka, apalagi di luar Jawa. Pasti akan sangat membantu di situasi ini pak,” cuit Janson Sitindaon lewat akun Twitter-nya.

Politikus Partai Gerindra yang masih sering menyerang pemerintahan Jokowi dari luar, meski sudah ada kader, bahkan ketua umum parpol tersebut duduk di dalam kabinet, ikut menanggapi cuitan politikus Partai Demokrat tadi. Ia pun menanyakan keberadaan puluhan juta masker yang pernah dikatakan Jokowi.

“50 jt masker tak kelihatan di lapangan, tak ada di toko2 atau apotik. Jd disimpan dmn P @jokowi?” kata Fadli Zon lewat akun Twitter-nya (22//3/20).

Sumber berita.

Apakah salah politikus Partai Demokrat Jansen Sitindaon dan politikus Partai Gerindra Fadli Zon menanyakan keberadaan puluhan juta masker itu?

Apakah Jansen Sitindaon dan Fadli Zon hanya bisa nyinyir di tengah pandemi virus corona (Covid-19)?

Apakah kedua politikus itu hanya melontarkan kritik negatif kepada pemerintahan Jokowi?

Bukankah Jokowi sendiri yang mengatakan masih ada stok puluhan juta masker, tepatnya 50 juta masker di dalam negeri?

Untuk mereka yang hanya bisa menuding pihak lain nyinyir, kritik negatif, atau mirip seperti itu, yang tidak menjawab substansi masalah, ada baiknya mendengar pernyataan salah satu politikus Partai solidaritas Indonesia (PSI), Tsamara Amany.

Menurut Tsamara Amany, ia merasa geram terhadap orang-orang yang masih menggunakan sentimen politik di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Sebelumnya ia mengunggah utasan yang menganalisis alokasi anggaran Pemprov DKI Jakarta menghadapi pandemi Covid-19, tapi ditanggapi seorang pengguna media sosial yang dianggapnya salah memahami konteks dan mengganggu fokusnya.

Tsamara Amany pun mengaku muak terhadap para pendukung yang dinilainya fanatik dan membabi buta.

“Jujur saja, di tengah situasi pandemi Covid-19 ini, saya muak dengan pembela membabi buta dari mana pun itu.” kata politikus PSI Tsamara Amany lewat akun Twitter-nya (21/3/2020). 

Ia pun menyayangkan dan prihatin atas sikap fanatisme seorang pendukung tersebut hingga menutupi maksud seseorang untuk berbuat baik dan rasional.

“Bisakah kita menjadi warga negara rasional? Kita berbicara nyawa. Berhenti sentimen sana-sini.”

Menurut Tsamara Amany, menjadi warga negara itu harus memiliki sikap obyektif. Puji yang bagus, kritik sebaliknya.

Sumber berita.

Apakah yang dikatakan Tsamara Amany tadi sesuatu yang baru dan aneh?

Tidak, dari dulu pun sejak era Soeharto atau Orde Baru masih berkuasa sudah banyak pihak yang mengatakannya.

Menurut Jokowi masih ada stok puluhan juta masker di dalam negeri, tepatnya 50 juta masker. Jansen Sitindaon mengatakan wilayah Jabodetabek langka masker, apalagi luar Jawa, dan ia serta Fadli Zon pun menanyakan stok masker tadi.

Apakah cukup cerdas dengan melontarkan tudingan Jansen Sitindaon dan Fadli Zon hanya bisa nyinyir, melontarkan kritik negatif atau seperti itu?

Bukankah jika ada pihak yang hanya bisa menuding pihak lain nyinyir, kritik negatif, dan seterusnya sekadar ingin menutupi substansi masalah, tidak rasional, tidak memiliki sikap obyektif seorang warga negara seperti kata Tsamara Amany tadi?

Masih ada stok puluhan juta masker, kata Jokowi tak lama setelah ia mengumumkan dua orang positif terjangkit virus corona.

Kini ada pihak yang mengkritik dan menanyakan di mana stok puluhan juta masker yang pernah dikatakannya tadi.

***

Sumber gambar: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *