Pulau Sumbawa, Si Cantik yang Terlupakan

Gonjreng.com – Pulau Sumbawa yang terletak di antara pulau Lombok dan pulau Flores memang tidak sepopuler kedua tetangganya – Pulau Lombok dan Flores – sebagai tujuan wisata. Bahkan banyak orang mengira Pulau Sumbawa dan Sumba adalah pulau yang sama, padahal Sumbawa termasuk propinsi Nusa Tenggara Barat, sedangkan Sumba bagian dari propinsi Nusa Tenggara Timur.

Sebenarnya Sumbawa tidak kalah cantik dari Lombok dan Flores. Di ujung barat Sumbawa, tepatnya di selat Alas (selat yang memisahkan antara Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa), menjelang pelabuhan Poto Tano terdapat delapan pulau kecil dengan pantai landai berpasir putih yang menawan, juga terumbu karang di sekitarnya. Dua di antaranya adalah Pulau Paserang dan Pulau Kenawa yang memiliki bukit di tengah pulau. Pemandangan indah laut dengan gradasi warna birunya yang memesona, dan pulau-pulau sekitarnya, bahkan bila hari cerah, Gunung Rinjani pun bisa terlihat dari puncak bukit di Pulau Paserang ini.

Lebih ke timur terdapat Pulau Moyo dengan air terjun Mata Jitu dan Diwu Mbai yang cantik. Hutan di Pulau Moyo pun memiliki berbagai jenis burung, antara lain Kakatua, burung Beo Sumbawa, dan burung Gosong. Di lepas pantainya kita akan menemukan Pulau Pasir Gosong, serta taman koral indah yang dapat digunakan untuk melakukan kegiatan menyelam (snorkeling).

Pulau Sumbawa
Pulau Sumbawa

Sumbawa juga memiliki Pulau Satonda yang unik. Terletak di timur pulau Moyo, pulau vulkanik ini memiliki danau berair asin yang jaraknya 3 km dari pantai. Kadar garamnya 3 kali lebih tinggi dibanding kadar garam laut sekitarnya. Karena tingginya kadar garam tadi hanya sedikit ikan dan biota air yang dapat hidup di sana. Pesisir Satonda pun memiliki hamparan pasir putih nan indah, serta lautnya kaya akan terumbu karang.

Selain pulau, pantai, dan terumbu karang, di Sumbawa juga terdapat gunung Tambora yang terkenal karena letusan dahsyatnya tahun 1815 yang menyebabkan terjadinya musim dingin yang panjang di Eropa dan Amerika Utara, akibat abu vulkanik Tambora yang mencapai atmosfer, serta menghalangi sinar matahari.

Tinggi Gunung Tambora sebelum letusan diperkirakan 4300 meter dari permukaan laut (mdpl), dan berkurang menjadi hanya 2851 mdpl saja, dengan kaldera seluas 6 km. Ada tiga buah jalur pendakian ke Gunung Tambora, tapi jalur yang sering dilewati oleh pendaki adalah melalui desa Pancasila.

Masih banyak potensi pariwisata Pulau Sumbawa lainnya. Hamparan savana yang hijau segar saat musim hujan, berubah coklat saat musim kemarau, dengan kuda-kuda liarnya, juga tradisi pacuan kuda dengan joki cilik, atau mengunjungi istana di Kesultanan Bima dan Dompu. Semua seperti dongeng di Pulau Sumbawa, si cantik yang terlupakan.

* Darmayani Utami. Sumber : Wikipedia. Sumber foto: youtube.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *