Presiden RI Soekarno Makan di Pinggir Selokan

0 435
Presiden RI
Presiden RI

Gonjreng.com – Gempita perayaan hari kemerdekaan Indonesia ke 72 masih hangat terasa. Perintah Presiden Joko Widodo alias Jokowi untuk mengenakan pakaian adat menjadikan suasana upacara menjadi beraneka. Limpahan hadiah sepeda membuat semua bersuka ria. Kekakuan menjadi cair. Seluruh mantan Presiden RI yang hadir terlihat akrab dan bersahabat. Kecanggungan dan masalah yang ada selama ini seperti sirna. Rangkulan ramah tidak hanya untuk pejabat negara sendiri atau negara tetangga,  veteran dan masyarakat kebanyakan juga dapat menjabat tangan beliau yang hangat dan tulus.

Pada kesempatan yang berharga tersebut Presiden Joko Widodo menjamu para mantan Presiden RI dengan menu tradisional seperti nasi tumpeng, soto kikil, aneka bubur, nasi liwet Keprabon, menu ikan, es merah-putih, dan lain-lain. Jamuan santap siang ini berlangsung di Istana Merdeka dan tertutup untuk wartawan. Menu makanan walau tradisonal, tapi beraneka, dan menggugah selera.

Sejenak balik sekilas untuk mengetahui perintah pertama dan perayaan santap siang yang dilakukan oleh Presiden RI pertama, Ir. Soekarno setelah berkumadangnya Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945.

Satu hari setelah kemerdekaan Indonesia, Ir. Soekarno ditetapkan sebagai Presiden Pertama Republik Indonesia dengan Mohammad Hatta sebagai wakilnya oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Penetapan ini berjalan dengan damai tidak ada saling sengketa, tidak ada saling bantah, tanpa perdebatan, dan semua bulat dengan keputusan tersebut.

Dalam buku buku biografinya,Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat” tulisan Cindy Adams, dengan penerbit Yayasan Bung Karno tahun 2007, berkisah: “Nah, kita sudah bernegara sejak kemarin. Dan sebuah negara memerlukan seorang Presiden. Bagaimana kalau kita memilih Soekarno?” Ini adalah ucapan Otto Iskandardinata. Soekarno pun menjawab, “Baiklah.”

Sesederhana itu. Maka jadilah Soekarno sebagai Presiden pertama Republik Indonesia. Waktu itu tidak ada mobil kepresidenan yang mengantar Soekarno. Maka Soekarno pun pulang berjalan kaki.

“Di jalanan aku bertemu dengan tukang sate yang berdagang di kaki lima”, kata Soekarno, dan ia pun memanggil pedagang yang bertelanjang kaki itu serta mengeluarkan perintah pelaksanaannya yang pertama.

“Sate ayam 50 tusuk” ujar Soekarno yang kelaparan karena waktu berbuka puasa sudah tiba. Itulah perintah pertama Soekarno kepada rakyatnya.

Lalu ia jongkok di pinggir selokan dekat tempat sampah. Sate ayam 50 tusuk tadi pun dihabiskannya dengan lahap yang merupakan pesta perayaan pelantikan beliau sebagai Presiden RI pertama.

*Sumber gambar: wikimedia.org.

Category: NawacitaTags:
No Response

Leave a reply "Presiden RI Soekarno Makan di Pinggir Selokan"