Prabowo, Kesehatan, dan Logistik Berkait Pilpres 2019

Prabowo

Gonjreng.com – Sejumlah petinggi Partai Gerindra memastikan Prabowo akan menantang Presiden Jokowi pada Pilpres 2019, tapi sampai saat ini belum juga ada pendeklarasian Ketua Umum Partai Gerindra tadi sebagai capres untuk Pilpres 2019.

Menurut Hashim Djojohadikusumo, ada banyak faktor yang masih dipertimbangkan sebelum pencalonan, antara lain faktor kesehatan dan logistik.

“Kan, ada banyak faktor. Ada faktor kesehatan. Tentu cukup atau tidak logistiknya. Kan, harus begitu,” ujarnya seperti dikutip dari kompas.com.

Hashim pun mengatakan Partai Gerindra masih membahas soal figur-figur yang akan mendampingi Prabowo sebagai cawapres. Meski belum final, nama Anies Baswedan dan Gatot Nurmantyo termasuk di dalamnya.

“Kalau cawapresnya nanti ada akses ke logistik, itu alhamdulillah, puji Tuhan,” ucap Hashim menambahkan, dan ia pun memberikan keterangan bahwa Prabowo masih memiliki logistik yang kuat untuk menghadapi Pilpres 2019.

Ada beberapa hal yang bisa membuat orang tersenyum terkait berita tadi, antara lain:

Pertama, faktor kesehatan. Meski tidak ada penjelasan lebih lanjut dari Hasyim tentang maksud dari kata kesehatan tadi, tapi diperkirakan bukan kata kiasan seperti “kesehatan dompet” atau “kesehatan kantong”. Masalah faktor kesehatan ini diucapkan Hashim setelah pernyataan Prabowo “Indonesia Bubar 2030”.

Kedua, selama ini masyarakat tahunya Prabowo sehat-sehat saja, tapi faktor kesehatan dimunculkan menjadi pertimbangan atau alasan mengapa pencapresan Prabowo untuk Pilpres 2019 belum juga dideklarasikan hingga saat ini.

Ketiga, kata logistik adalah penghalusan kata dari uang. Dulu pun pernah ada penghalusan kata, misalnya utang menjadi bantuan luar negeri. Rupanya penghalusan kata itu masih berlaku hingga saat ini meski abad 20 telah berlalu.

Keempat, Kivlan Zen pernah mengatakan bahwa Gatot memiliki modal logistik yang lebih banyak dari Ketua Umum Partai Gerindra yang sempat membuat seorang petinggi Partai Gerindra terkesan sewot, namun di sisi lain sampai saat ini tidak ada media yang memberitakan bantahan langsung baik dari Prabowo maupun Gatot terkait pernyataan Kivlan Zen tadi, apalagi tuntutan pencemaran nama baik.

Kelima, faktor logistik menjadi pertimbangan untuk cawapres Prabowo, dan ada nama Anies disebut Hasyim tadi. Teringat Pilkada DKI 2017 lalu, Sandi mengaku telah mengeluarkan uang sebanyak Rp 108 miliar, padahal ia hanya cawagub, sedangkan Anies yang menjadi cagub menyumbang Rp 400 juta untuk putaran pertama. Pertanyaannya, apakah Anies sanggup secara logistik jika menjadi cawapres Prabowo?

*Sumber gambar: youtube.com.

Category: NawacitaTags:
One Response

Leave a reply "Prabowo, Kesehatan, dan Logistik Berkait Pilpres 2019"