Prabowo Biang Kehancuran Partai Demokrat

0 116


Gonjreng.com – Prabowo biang kehancuran Partai Demokrat, sebuah tudingan yang menohok dilemparkan oleh politikus dari partai berlambang mercy itu.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) online, kata “biang” memiliki banyak arti, tapi dalam konteks kalimat di atas tadi yang lebih cocok artinya adalah “pokok pangkal”.

Prabowo biang kehancuran atau Prabowo pokok pangkal kehancuran Partai Demokrat di Pemilu 2019, karena perolehan suara Partai Demokrat turun.

Tudingan perolehan suara Partai Demokrat turun dibanding Pemilu sebelumnya karena mendukung Prabowo pada Pilpres 2019 dilemparkan oleh Jansen Sitindaon.

Sebelumnya Waketum Gerindra Arief Poyuono “mengusir” Partai Demokrat keluar dari koalisi Prabowo-Sandi karena tidak berkontribusi menaikkan suara pasangan capres itu. 

Hal inilah yang membuat Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon berang dan mengatakan Prabowo biang kehancuran Partai demokrat atau gara-gara partainya mendukung Prabowo-Sandi perolehan suara partainya pun turun. 

“Kami 7 bulan ini sudah membuktikan serius kok memenangkan Prabowo. Bahkan karena dukung Prabowo ini suara partai kami turun. Caleg seperti saya ini tidak dipilih karena politik identitas,” ujarnya di sini

Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade menolak tudingan Prabowo biang kehancuran atau penyebab turunnya perolehan suara Partai Demokrat.

Menurutnya, parpol-parpol pendukung Prabowo-Sandi lainnya justru meningkat atau mengalami kenaikan perolehan suara, karena mereka bekerja sungguh-sungguh di Pilpres 2019, makanya dia bingung dengan pernyataan politikus Partai Demokrat tadi.

Tidak jelas juga apa maksud Andre Rosiade dengan kata “bekerja”. Kalau Partai Demokrat tidak ada usahanya untuk meningkatkan perolehan suaranya pada Pemilu 2019 lalu suatu hil yang mustahal (meminjam istilah Srimulat). 

Lalu apa penyebab perolehan suara Partai Demokrat turun pada Pemilu 2019?

Perlu dikaji dan diteliti lebih komprehensif, tapi jawaban mudahnya, bukan analisis yang mendalam, mungkin penyebabnya adalah SBY, bukan Prabowo.

Namun hal ini bukan disengaja, karena pada masa kampanye yang krusial, Ani Yudhoyono sakit kanker dan dirawat di Singapura.

SBY menemani istrinya, praktis selama bulan Maret yang krusial tadi tidak bisa turun ke lapangan untuk ikut mengkampanyekan Partai Demokrat, sedangkan figur seorang SBY masih dibutuhkan untuk meningkatkan perolehan suara Partai Demokrat.

Sumber gambar: balitoday.net.

Category: NawacitaTags:
No Response

Leave a reply "Prabowo Biang Kehancuran Partai Demokrat"