Pindah Gelar di Desa Bendang Batu Bulat, Sumatra Barat

Gonjreng.com – Acara Pindah Gelar yang berlangsung hangat, akrab dan sakral adalah satu adat istiadat suku Melayu di desa Bendang Batu Bulat, Lintau Tanah Datar, Sumatera Barat.

Baru-baru ini dilangsungkan acara Pindah Gelar tadi yang dilakukan karena pemangku adat lama sudah tua atau sepuh serta merasa tak sanggup lagi untuk melanjutkan kerja karena faktor usia tadi.

Musyawarah adat dilakukan untuk menentukan penggantinya. Setelah pengganti terpilih, seluruh anggota keluarga dan anak keturunan wajib memberikan tanda-tangan dan persetujuan. Pemegang gelar terdahulu akan memberikan pernyataan terkait penyerahan gelarnya, kemudian dibawa ke kantor adat (Kerapatan Adat Nagari) atau Wali Nagari untuk dicatat dan disahkan.

Rumah pun berhias indah, pakaian adat dikeluarkan dari tempat penyimpanannya, senjata tradisional yang biasa terselip di pinggang pun sudah bersih dari debu. Tutup kepala atau soluak dikeluarkan dari kotaknya, kain songket aneka warna peninggalan leluhur pun sudah siap dikenakan. Sapi disembelih, kelapa dikukur, cabai digiling, juga tak lupa ikan disiangi serta tepung diuleni. Api dapur pun menyala dan kuali besar dinaikan ke tungku, lalu bahan pangan mulai diolah.

Para ibu dan tukang masak menyingsingkan lengan bajunya dan seketika suasana menjadi ramai dan ceria. Jamuan hari istimewa pun telah siap diolah seiring doa agar semua masakan tadi membawa berkah bagi penerima Pindah Gelar yang baru, juga penyandang gelar lama, para keluarga, kerabat, serta tamu undangan.

Pindah gelar
Pindah gelar – Bagindo Bonsu

Hari Jum’at adalah hari dilaksanakannya acara Pindah Gelar yang dihadiri oleh para Datuk, petinggi Tanah Datar, Wali Nagari, keluarga dan tamu undangan. Di awali dengan saling sambut, pemegang gelar lama menyerahkan ke pemegang gelar baru, sang Bagindo Bonsu dengan memindahkan soluaknya. Namun acara sementara terhenti dengan berkumandangnya seruan shalat Jum’at. Usai shalat masyarakat pun diberitahu adanya Pindah Gelar tadi, kemudian mereka diarak kembali ke rumah diiringi dengan musik Talempong.

Sang istri yang berbalut pakaian adat dan handai taulan siap menyambut arak-arakan, kemudian pantun bersambut dimulai yang membuat suasana semakin akrab.

Pindah gelar
Jamuan makan menyambut keluarga dan tamu

Acara dilanjutkan dengan makan siang bersama. Semua peralatan makan beserta wadah cuci tangan, termos nasi, lauk dan kue-kue tradisional telah disediakan dengan rapi di atas permadani. Para hadirin pun terlihat puas dan bahagia. Gelar baru bukan berarti menjadi sombong dan lupa diri, tapi merupakan tanggungjawab yang harus diterima dan dilanjutkan serta amanah.

Sumber Berita: Delvita Amalia S.Pd,

sumber gambar: pribadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *