Mempersiapkan Diri Menjadi Tua Suatu Hari Nanti

0 219
Tua
Tua

Gonjreng.com – Aku tak sengaja bertemu Talita di sebuah hotel di Lombok Tengah ketika mengikuti pelatihan Mobile Aplication Banking. Tentu saja aku gembira bisa mengikuti pelatihan bersama teman akrabku itu. Kami selalu duduk bersebelahan selama pelatihan, dan di saat istirahat kami mengobrol banyak tentang hidup, termasuk tentang bagaimana mempersiapkan diri menjadi tua. Talita adalah seorang eksekutif sukses yang memilih menjalani hidup sendiri.

Ketika kutanyakan bagaimana ia mempersiapkan diri menjadi tua, Talita tergelak. “Ha-ha-ha! Lu tanya yang aneh-aneh aja!

Namun setelah itu, rupanya pertanyaan tersebut membuatnya tercenung dan berpikir beberapa saat.

Gue memang pernah berpikir bagaimana jika tua dengan kesendirian ini. Sebenarnya sejak tahun lalu gue belajar menari dan melukis. Jika suatu hari gue berada di panti jompo, gue akan mengajar tarian kepada teman-teman di sana. Gue akan membuat semua orang berdansa gembira. Hidup adalah pilihan. Pilihannya adalah menyiapkan diri menjadi tua dengan baik, atau membiarkan diri menjadi tua tanpa persiapan apapun. Menurut lu gimana,Vi?”

Pertanyaannya yang tiba-tiba membuatku tergeragap. Namun ia melanjutkan, “Alternatif lainnya, gue akan tinggal di desa kecil yang sejuk, seperti Salatiga. Gue akan mengajarkan ibu-ibu desa keahlian seperti membuat makanan kemasan yang baik sehingga bisa layak dijual. Gue akan bikin perpustakaan anak-anak sehingga rumah akan ramai dengan celoteh anak kecil.”

Menurut Talita, “Tua adalah alami. Semua manusia akan menua. Tapi jika tidak dipersiapkan sejak sekarang, kita akan menua dengan sia-sia. Gue engga mau tua sia-sia, Vi! Selama masih kuat dan ada kesempatan, jangan pernah berhenti belajar! Belajar apapun yang lu minati, dengan sungguh-sungguh sehingga lu menjadi ahli di bidang tersebut.”

Aku mendengarkan nasehat Talita sambil menatap garis batas pantai di depan kami. Sore itu kami duduk berdua menikmati indahnya Pantai Putri Nyale, di Kuta, Lombok Tengah.

Esok paginya, setelah berenang di pinggir laut, aku dan Talita memutuskan untuk menikmati salad dan segelas cappuccino dingin di Gulas Garden Bar and Restaurant di pantai Kuta. Kalimat Talita terngiang terus-menerus di telingaku. Apakah aku akan membiarkan diri menjadi tua dengan sia-sia? Atau, mempersiapkannya sebaik mungkin?

Tentu saja, menua dengan persiapan matang akan lebih baik daripada menua tanpa persiapan. Setiap orang hendaknya segera mencari bidang keahlian yang paling diminati mulai sekarang. Sehingga ketika tua, kita memiliki keahlian yang dapat diandalkan, dan juga dapat menyenangkan hati. Jika ingin ber-bisnis, siapkan mulai sekarang usaha apa yang akan dirintis, dan pelajari dahulu dengan baik sebelum mencobanya, sehingga mengurangi resiko kerugian.

Mari kita menjadi tua dengan tetap produktif, berguna, dan bahagia!

* Evi Puspa. Sumber gambar: pixabay.com.

Category: HakikatTags:
No Response

Leave a reply "Mempersiapkan Diri Menjadi Tua Suatu Hari Nanti"