Perwira Tinggi TNI dan Polri Kumpul di Istana

0 449
Perwira Tinggi TNI dan Polri
Perwira Tinggi TNI dan Polri

Gonjreng.com – Presiden Jokowi beberapa kali mengundang orang untuk makan siang, tapi 37 perwira tinggi TNI dan Polri ini datang ke Istana bukan untuk memenuhi undangan itu. Ada yang lebih menggembirakan dari sekadar makan siang. Mereka datang dan kumpul di Istana untuk pengesahan kenaikan pangkat bintangnya.

Presiden Jokowi mensahkan kenaikan pangkat bintang satu dan bintang dua (13/2/17).

Namun berita liputan6.com ini tidak merinci berapa banyak perwira tinggi TNI dan Polri yang naik ke bintang satu, atau mereka yang naik ke bintang dua. Gelap, tidak ada datanya, hanya disebutkan 37 perwira tinggi TNI dan Polri disahkan kenaikan pangkat bintangnya di Istana Kepresidenan oleh panglima tertinggi TNI, yaitu presiden.

Untuk TNI, kenaikan pangkat ke bintang satu, sebelumnya pangkat yang disandang adalah kolonel. Beberapa waktu lalu, sekitar sebulan lalu CSIS (Centre for Strategic and International Studies) ada menyinggung masalah “kolonel” ini, tapi berita tersebut tidak bergaung, atau sekadar numpang lewat saja, kemudian hilang ditelan berita lainnya.

Harap maklum, saat itu masih hangat-hangatnya berita seputar Pilkada DKI 2017. Media lebih menyorot sepak terjang politik pasangan cagub Ahok-Djarot, Anies-Sandiaga dan Agus-Sylvi. Maka dari itu, masalah “kolonel” yang dihembus oleh CSIS tadi pun tenggelam begitu saja, meski cukup menarik masalah yang diangkatnya itu.

Menurut Evan Laksmana, peneliti dari CSIS, TNI rawan konflik karena banyaknya perwira menengah (pamen) yang tidak memiliki jabatan atau non-job. Pamen dari angkatan 1987 dan 1988 belum cukup banyak yang berpangkat bintang. Mereka yang berpangkat kolonel saat ini menumpuk dan kecakapan mereka pun tidak terakomodir.

“Angkatan 1987-1988 yang paling besar. Saya lihat tahun 2016 banyak kelebihannya di kolonel. Saya rasa kita harus memikirkan kebijakan antara terkait angkatan atau pun pendidikan,” katanya (detik.com, 13/1/2016).

Berapa banyak kolonel angkatan 1987 dan 1988 yang tidak memiliki jabatan atau non-job itu?

Tidak ada data yang disebut oleh peneliti CSIS tadi. Kembali gelap, seperti berita tentang 37 perwira tinggi TNI dan Polri yang kumpul di Istana, tapi bukan untuk memenuhi undangan makan siang.

Karena gelap, cukup sampai di sini saja dibahasnya. Tak lupa ucapan selamat untuk 37 perwira TNI dan Polri yang disahkan kenaikan pangkat bintangnya oleh Presiden Jokowi, yang sekaligus memberikan wejangan atau mengingatkan untuk tetap setia kepada negara, wajib menjaga NKRI, dan mempertahankan ideologi bangsa.

*Sumber berita: liputan6.com, sumber gambar: youtube.com.

Category: NawacitaTags:
No Response

Leave a reply "Perwira Tinggi TNI dan Polri Kumpul di Istana"