Permadani Hijau Bumi Priangan (Bagian 1)

Gonjreng.com – Bumi Priangan terkenal dengan lanskapnya yang berbukit dengan puncak-puncak tinggi yang berjajar dari barat ke timur, yaitu Gunung Salak, Gunung Gede, Gunung Guntur, Gunung Cikuray, Gunung Papandayan dan Gunung Galunggung.

Masyarakat Sunda Kuno percaya bahwa Priangan adalah tempat para dewa bersemayam karena letaknya yang tinggi. Menurut legenda, bumi Priangan diciptakan ketika para dewa tersenyum dan mencurahkan semua berkah dan restunya sehingga keindahan pun meliputi seluruh bumi Priangan.

Bumi Priangan
Bumi Priangan

Menikmati keindahan Bumi Priangan dapat dimulai dengan berkendara ke arah selatan Bandung, dan setelah tiba di Soreang ada dua pilihan arah, yaitu mengambil jalur ke arah barat akan menuju daerah Ciwidey yang memaparkan keindahan pemandangan lembah hijau dan perumahan penduduk di jalan berkelok yang melingkari punggung perbukitan menuju Ciwidey. Di sini ada Kawah Putih dan Situ Patenggang yang berlokasi di areal perkebunan teh Rancabali milik PTPN 8. Pemandangan Kawah Putih akan terlihat cantik saat pagi hari, sebelum kabut turun.

Kawah Putih adalah satu dari dua kawah Gunung Patuha yang terletak di ketinggian 2430 dpl. Karena air danau memiliki derajat keasaman yang tinggi, warnanya dapat kebiruan, putih kehijuan atau coklat bergantung pada kandungan belerang dan suhu serta tingkat oksidasi. Batu di sekitar danau pun menjadi berwarna keputihan akibat terkena air danau yang asam tadi. Maka dari itu, disebutnya Kawah Putih.

Bumi Priangan
Bumi Priangan

Setelah puas menikmati keindahan Kawah Putih, perjalanan Anda dapat dilanjutkan menuju Situ Patenggang, dan di sana istirahat sejenak sambil makan siang. Jalan menuju Situ Patenggang akan melalui hamparan tanaman teh milik Perkebunan Rancabali yang terlihat bak permadani hijau membentang yang dibatasi oleh kaki perbukitan. Mendekati lokasi Situ Patenggang akan disajikan sebuah lukisan alam yang indah karena tampak sebagian danau yang menyembul di antara hamparan perkebunan teh yang hijau.

Di sini Anda dapat menikmati danau dengan berperahu atau sekadar makan siang di pinggir danau, juga tersedia cottage yang disediakan oleh pihak perkebunan bila ingin menginap dan menikmati suasana pagi di perkebunan teh dengan udara dingin dan hamparan permadani hijau yang membentang indah.

BERSAMBUNG

*Nina Adriani. Sumber foto : Koleksi pribadi, Indonesia-tourism.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *