Perawatan Paliatif, Pertolongan di Ujung Kehidupan

Perawatan Paliatif
Perawatan Paliatif

Perawatan Paliatif, Pertolongan di Ujung Kehidupan

Gonjreng.com – Seiring dengan perkembangan teknologi, perubahan gaya hidup dan pola makan, jumlah penderita penyakit kronis seperti kardiovaskular, diabetes, dan kanker meningkat sangat signifikan, bahkan di usia yang relatif muda.  Menurut data WHO, penyakit-penyakit ini 82% menyebabkan kematian dini (pasien meninggal dunia dibawah usia 70 tahun). Dan kanker merupakan penyakit kronis kedua setelah kardiovaskular yang banyak menyebabkan kematian dini. Bahkan kejadiannya meningkat 70% selama dua dekade terakhir.

Pasien-pasien kanker payudara stadium lanjut, umumnya membutuhkan perawatan yang lebih intensif karena bukan hanya kesehatan fisiknya yang terganggu tapi juga aspek lainnya terutama emosi atau kejiwaannya. Oleh karena itu, pasien-pasien yang telah sampai pada kondisi terminal (pengobatan medis sudah tidak terlalu memberi dampak pada penyembuhan fisiknya, sehingga seolah-olah tidak diperlukan lagi), perlu didukung oleh proses penyembuhan yang lebih menyeluruh. Proses penyembuhan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien sehingga meringankan penderitaan dan rasa tidak nyaman yang mereka rasakan, memberi dukungan moral dan spiritual baik kepada pasien maupun keluarganya. Pengobatan ini dikenal dengan Palliative Care atau perawatan paliatif. Di negara maju seperti Amerika Serikat, perawatan paliatif dikenal sebagai perawatan hospice.

Jika Anda belum pernah mendengar atau mengerti apa itu Palliative Care, jangan khawatir, karena Anda tidak sendirian. Survei menyatakan bahwa perawatan ini memang belum banyak dikenal orang, bahkan banyak juga dokter yang belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang perawatan ini dan perannya dalam menangani pasien-pasien penyakit kronis.

Peningkatan kualitas hidup pasien dengan kondisi terminal biasanya lebih luas dari hanya sekedar perawatan medis, mencakup juga berbagai terapi/layanan lain seperti psikologis atau kejiwaan, psikososial, mental serta spiritual – yang dapat membuat pasien lebih tenang, bahagia, serta nyaman ketika menjalani pengobatan. Oleh karena itu perawatan paliatif biasanya dilakukan oleh sebuah tim dari berbagai multidisiplin dan profesi, tergantung kebutuhan pasien. Untuk mengatasi gangguan fisik pada pasien, biasanya tetap dilakukan oleh para tenaga medis, seperti dokter, ahli gizi, perawat, apoteker. Sedangkan untuk aspek lainnya bisa melibatkan counselor, pekerja sosial, dan spiritual advisor  seperti kiai atau pendeta.

Perawatan paliatif memberikan manfaat yang sangat penting baik bagi pasien kanker maupun keluarganya. Banyak study yang membuktikan bahwa pasien-pasien breast cancer atau gynecological cancer dan telah mengalami metastase (penyebaran), yang sesegera mungkin diberikan perawatan paliatif, tingkat depresinya menurun dan kualitas hidup serta survival rate-nya meningkat.

Dr. Maria Witcaksono MPALLC, satu-satunya dokter bidang perawatan paliatif medis di Indonesia lulusan Flinders University Australia, menyampaikan pesan yang sangat penting, “Kita harus menghormati kehidupan dan tidak boleh mempercepat kematian. Tapi kita juga tidak boleh memperpanjang dying process atau perjalanan berpulangnya seorang pasien. Oleh karena itu untuk pasien-pasien kanker stadium lanjut dengan harapan hidup yang sangat kecil, kita hanya bisa menyemangati agar mereka “berteman” dengan penyakitnya, ikhlas, dan siap dengan kemungkinan yang terjadi.”

Karena itu, sebagai volunteer di sebuah yayasan yang memfokuskan pada issue-issue seputar kanker payudara, kami tidak pernah berhenti memotivasi para pejuang kanker payudara agar semangat mereka tetap berkobar. Namun kami juga tidak pernah bosan mendengar keluh kesah beratnya perjuangan mereka untuk survive, seakan kematian sudah di depan mata. Kita semua tahu hidup ini akan berujung di mana, namun selama kita masih bernapas, selama itu kita masih memegang mandat Sang Kuasa yang mesti diselesaikan dengan baik.

* Sumber ilustrasi: Pixabay.

Category: HakikatTags:
One Response
  1. author

    Susy1 year ago

    Terimakasih Oeoet utk pencerahannya

    Reply

Leave a reply "Perawatan Paliatif, Pertolongan di Ujung Kehidupan"