Pasukan Oranye adalah Pasukan Berani Bau

2 332
Pasukan Oranye
Pasukan Oranye

“Pasukan Oranye” adalah Pasukan Berani Bau

Gonjreng.com – Di tiap sudut Jakarta, di kala “Pasukan Oranye” bekerja, pemandangan ini selalu jadi tolehan sekadarnya. Gumaman kasihan kerap terlontar saat melihat mereka mengaduk-aduk got dan kali dengan pacul, skop, dan sapu lidi, di bawah siraman hujan. Bersepatu boot dan jas hujan yang semuanya berwarna oranye, bergelimang bau dan kotoran – “Pasukan Berani Bau” itu bekerja untuk kita semua. Kitalah Sang Penikmat.

Untuk melenyapkan genangan air dan membersihkan prasarana ibu kota, saat ini terdapat 15.000 “Pasukan Oranye” atau nama resminya Pekerja Prasarana dan Sarana Umum (PPSU). Mereka disebar ke tiap-tiap kelurahan bergiliran untuk membersihkan sampah dan memelihara sarana umum seperti taman kota, Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), sungai-sungai, dan jalan-jalan.

Dengan penghasilan Rp  3,1 juta per bulan, saat ini “Pasukan Oranye” merasa lebih dihargai dan “dimanusiakan” oleh Pemerintah DKI Jakarta yang dipimpin oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Sebelumnya mereka hanya mendapat upah honorer ala kadarnya, dan kerap dipanggil “tukang sampah”. Dengan adanya job-description dan tanggung jawab yang jelas, ditambah penghasilan memadai, kini mereka giat melakukan pekerjaannya.

Apa lagi sih benefit yang mereka terima? “Pasukan Oranye” ternyata punya privilege naik Trans Jakarta gratis ke mana pun! Mereka juga dibekali asuransi kesehatan BPJS, dan KJP (Kartu Jakarta Pintar) untuk pendidikan buah hati mereka! Tunjangan Hari Raya (THR) 1 kali gaji (yang sebelumnya jarang sekali mereka terima), sekarang selalu mengalir tepat waktu. Dan, bagaimana dengan tempat tinggal? Yes! “Pasukan Oranye” mendapat prioritas untuk tinggal di rumah susun (rusun) subsidi Pemerintah. Inilah keadilan sosial nyata bagi mereka – kini mereka tak pusing lagi memikirkan biaya kesehatan dan pendidikan keluarga!

Jangan salah, “Pasukan Oranye” ini sempat marah besar lho waktu salah satu kandidat pilgub DKI 2017 berujar, “… Kita menyaksikan sungai-sungai bersih, bukan? Programnya dirancang tahun 2009 oleh Pak Fauzi Bowo (Foke), lalu mulai dilaksanakan di akhir Pemerintahan Foke, diteruskan oleh Jokowi, dua tahun terakhir diteruskan oleh Pak Basuki. Jadi kesinambungan yang baik itu penting.”

Salah satu anggota “Pasukan Oranye” langsung bereaksi, “Program ini ada saat Jokowi-Ahok! Sedangkan Foke sendiri banyak meninggalkan “borok” di Jakarta.” Duh, biasanya kalau sudah menyangkut “urusan ini” pasti bakalan ribut deh! Mari kita fokus pada yang lain!

“Pasukan Oranye” bersyukur akan perubahan taraf hidup mereka. Kini mereka tahu arti disiplin dan dedikasi bekerja dan giat menjadikan ibu-kota ini bersih, enak dipandang, nyaman. Sungai-sungai yang dulu berwarna hitam kotor sudah semakin berkurang, dan taman-taman kota semakin asri. Kita melihat hasil nyata dan harapan. Bagi rakyat, siapa pun gubernur DKI nantinya, ia harus menyalurkan Anggaran Pendapatan Daerah kembali ke kesejahteraan rakyat.

* Witdya Pudjanarko. Sumber gambar: youtube.com.

Category: NawacitaTags:
2 Responses
  1. author

    Chaerul2 years ago

    Terimakasih Widya semoga program kerja yang baik diteruskan. Jangan karena tidak suka kepada orangnya/masanya dihapus oleh pejabat baru

    Reply
    • author

      wpudjanarko2 years ago

      Aamiin… semoga semua tetap sesuai demi kesejahteraan rakyat

      Reply

Leave a reply "Pasukan Oranye adalah Pasukan Berani Bau"