Partai Demokrat Tuding Prabowo Ngambek

0 83
Partai Demokrat


Gonjreng.com – Partai Demokrat menjadi bahan pembicaraan publik usai pertemuan Jokowi dan AHY, putra sulung SBY, sekaligus Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Demokrat.

Meski dari kubu Partai Demokrat beralasan pertemuan Jokowi dan AHY tadi hanya silaturahmi biasa saja, tapi spekulasi atau perkiraan politik terkait ada apa di belakang pertemuan tadi terus berkembang.

Apakah kubu Prabowo sudah retak?

Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean berusaha meyakinkan publik dan membantah telah terjadi keretakan di kubu Prabowo.

“Pertemuan AHY dan Jokowi itu bukan menandakan koalisi retak ya, tidak sama sekali. Itu silaturahmi biasa saja,” katanya seperti dikutip dari liputan6.com (3/5/2019).

Tapi di sisi lain Prabowo dinilai ngambek atas pertemuan Jokowi dan AHY tadi. Prabowo yang semula dalam waktu dekat ini akan menjenguk Ani Yudhoyono yang sedang sakit dan dirawat di Singapura membatalkan rencananya tadi.

Wasekjen DPP Partai Demokrat Rachland Nasidik mengatakan pertemuan Jokowi dan AHY jangan dijadikan alasan untuk ngambek.

”Sehingga tak jadi menjenguk Ani Yudhoyono. Lucu juga. Bilang Demokrat tak diinginkan tapi marah-marah saat Demokrat dinilai tak memenuhi keinginannya. Katanya pro politik akal sehat? Ayo dong jangan ngambekan.”

Prabowo ngambek? Tidak tertutup kemungkinan ada sebagian pihak yang tersenyum geli, sambil bertanya, sudah besar kok masih ngambek?

Meski kubu Prabowo berusaha meyakinkan publik dan mengatakan Prabowo tidak ngambek, melainkan ada agenda bertemu dengan relawannya di Aceh, tetap saja publik geli mendengar tudingan Partai Demokrat bahwa Prabowo ngambek, makanya tak jadi menjenguk Ani Yudhoyono, istri SBY di Singapura.

Diperkirakan cepat atau lambat SBY akan memutuskan keluar atau tidak lagi menjadi bagian dari kubu Prabowo. Memang sampai saat ini masih ada bantahan yang mengatakan partai berlambang mercy itu tetap setia, tapi pertanyaannya, kesetiaan macam apa jika sudah menyangkut urusan politik?

Tidak ada kawan yang abadi, yang abadi adalah kepentingan.

Ada pernyataan Ferdinand Hutahaean yang cukup menarik seperti ini: “Jika memang Jokowi yang diputuskan menang, maka Demokrat bebas menentukan arah politiknya.”

Tidak perlu orang cerdas pun bisa mengerti dan memahami makna dari kata-kata politikus Partai Demokrat tadi.

Sumber gambar: merdeka.com

Category: NawacitaTags:
No Response

Leave a reply "Partai Demokrat Tuding Prabowo Ngambek"