Paliatif Sumber Waras, Impian Kemanusiaan Ahok?

0 348
Paliatif
Paliatif

Paliatif Sumber Waras, Impian Kemanusiaan Ahok?

Gonjreng.com – Di bekas lahan RS Sumber Waras yang diributkan itu, akan berdiri rumah sakit termegah di Indonesia yang melayani siapa saja – bahkan mereka yang tak punya uang sepeser pun. Menurut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang akrab dipanggil Ahok dalam beberapa pidatonya di Jakarta baru-baru ini, “Nantinya bakal ada 1000 kamar untuk penderita kanker dan 1026 kamar untuk penderita stroke dan kelumpuhan otak.” Itu adalah penyakit-penyakit yang dianggap mematikan dan sangat ditakuti saat ini.

Bagi orang-orang miskin, menderita penyakit seperti itu adalah vonis derita yang dibawa sampai mati. Namun Ahok berpendapat, setiap jiwa yang akan pulang tetap harus diperlakukan dengan manusiawi. Karena itu, rumah sakit ini akan menyediakan 500 kamar seperti apartemen yang melayani perawatan paliatif, atau perawatan pada pasien-pasien yang dianggap sudah berada di ujung masa hidupnya. Setiap manusia berhak diperlakukan dengan baik dan bermartabat hingga akhir. Inilah impian kemanusiaan Ahok. Atau, impian kita semua?

“Jadi nanti jika ada pasien yang sakitnya sudah mencapai stadium 4 dan dia miskin, kami sarankan untuk tidak dikembalikan ke keluarga jika rumahnya tidak layak. Dia bisa menempati kamar apartemen itu, tetap dengan perawatan, agar pasien itu bisa meninggal dalam suasana dan kondisi yang layak,” ujar Ahok saat ia berbagi pada khalayak mengenai rencana pembangunan RS Kanker dan Stroke di bekas lahan RS Sumber Waras.

Menyimak paparannya, sulit untuk mendebat perhatiannya terhadap rakyat kecil. Hanya orang-orang yang peka terhadap golongan akar rumput sajalah yang bisa dan mau memikirkan hingga sedemikian jauh, perjalanan kehidupan rakyat jelata – dari upaya penyembuhan, hingga upaya memberikan penghargaan selayaknya saat jiwa berada di batas akhir. Nantinya, rakyat kecil yang tak punya uang tak perlu lagi terpuruk di gubuk yang gelap dan kotor, menderita kelaparan dan berteman dengan kecoa saat menunggu maut menjemputnya. Dengan adanya perawatan paliatif, semua warga DKI akan diperlakukan dengan layak hingga akhir, tanpa memandang perbedaan suku, warna kulit, politik, atau agama. Inilah keadilan sosial bagi seluruh rakyat yang sesungguhnya, dalam tatanan wilayah DKI Jakarta.

Tetapi, akankah Ahok terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta lagi di periode mendatang? Saya tidak tahu. Saya tidak tahu jalan sejarah negeri ini akan berbelok ke mana. Ujian yang harus dilalui rakyat negeri ini untuk naik ke kelas kemanusiaan yang lebih tinggi, masih berat dan panjang. Teror-teror dengan bungkus agama yang dilontarkan oleh sekelompok politikus hipokrit untuk kepentingan duniawi mereka, telah menakut-nakuti sebagian besar jiwa yang tingkat spiritualitasnya belum matang dan masih labil.

APBD DKI Jakarta yang berlimpah, sekitar Rp 100 triliun, memang sangat menggoda.  Saya bertanya-tanya, sebelumnya ke manakah dana APBD itu tersebar? Jika dipakai sebagai bancakan pun, rasanya tak akan habis dimakan 7 turunan. Sekarang, ujiannya memang terletak pada para warga DKI. Akan dijadikan apa uang sebanyak itu? Untuk dibagikan pada para hipokrit dan 7 turunannya? Atau, untuk mensejahterakan rakyat Jakarta? Impian kemanusiaan ini bukan hanya milik Ahok. Ini adalah impian kita bersama.

* Dari berbagai sumber. Sumber ilustrasi: pixabay.com

Category: NawacitaTags:
No Response

Leave a reply "Paliatif Sumber Waras, Impian Kemanusiaan Ahok?"