Nge-teh Deh, Kelar Problem Lo!

0 283
"Nge-teh Deh, Kelar Problem Lo!"
"Nge-teh Deh, Kelar Problem Lo!"

Nge-teh Deh, Kelar Problem Lo!

Gonjreng.com – Nge-teh deh, kelar problem lo! Ajakan minum teh bak kelakar oleh seorang sahabat itu sempat membuat saya, seorang pecinta teh sejati, tercenung. Ingatan saya kembali ke tahun-tahun lalu saat saya berkesempatan mengunjungi beberapa negara Eropa, termasuk Inggris, yang masyarakatnya terkenal sebagai peminum teh yang baik. Setiap masuk restoran atau café, mereka memiliki menu teh yang panjang dan terlihat eksotis. Tehnya pun disajikan dalam perangkat cantik, dituang dengan elegan, dan disertai sepotong atau dua potong kue sebagai teman minum teh. “So Eropean style!” ujar riang seorang sahabat, saat kami berkesempatan minum teh di sebuah café di Paris. Begitu menghirup tehnya, tak hanya rasa gembira, namun terselip juga sebersit rasa damai di hati.

Teh, memang memiliki hubungan khusus dengan masyarakat Eropa dan Asia. Saya pun teringat pada sebuah promosi yang pernah populer di Barat, yang pesannya kurang lebih seperti ini, “Perempuan Eropa bisa menyelesaikan semua masalah, apa pun problem mereka, lewat secangkir teh.” Pesan itu sempat membuat saya tersenyum. Setiap kali menghadapi problem, yang pertama kali saya lakukan pun sama, yakni mengambil ketel, mendidihkan air, dan menyeduh teh. Rasanya ritual itu sendiri telah meredam sebagian besar masalah. Dan saat menghirup minuman hangat itu, bahkan hampir seluruh problem mulai terlihat jernih.

Lalu, apakah ajakan Nge-teh deh, kelar problem lo!, sebenarnya mengandung kebenaran? “Teh mengandung L-theanine yang mempengaruhi pusat syaraf dan menimbulkan efek tenang. Sejak ribuan tahun lalu, orang-orang Cina terbiasa minum secangkir teh untuk menjernihkan pikiran saat menghadapi masalah penting,” ujar Nugroho B. Koesnohadi, Ketua Umum Asosiasi Petani Teh Indonesia (APTEHINDO) pada acara Riungan Teh Indonesia di Jakarta, 16 Maret 2017 lalu. “Sebuah riset pada anak-anak sekolah membuktikan bahwa minum teh membuat mereka lebih efektif dalam belajar, lebih fokus, dan bahkan lebih bijaksana.”

Ratusan penelitian di seluruh dunia telah melaporkan berbagai manfaat kesehatan teh. Namun yang membuat teh dinobatkan sebagai minuman yang paling banyak dikonsumsi di dunia setelah air putih, adalah rasa segar dan efek relaksasinya. Kedua hal ini terjadi karena L-theanine, yakni asam amino unik yang aktif mempengaruhi pusat syaraf, yang ditemukan secara eksklusif pada tanaman teh (Camellia sp.).

Meski kandungan L-theanine pada daun-daun teh yang kering hanya sekitar 1 hingga 2 persennya saja, namun selain memberi efek tenang, zat ini juga yang memberi rasa unik yang hanya dimiliki teh. Rasa unik yang disebut “rasa ke-5” di luar 4 rasa tradisional yang umum: manis, asin, asam, dan pahit itu – hanya dimiliki oleh teh, yaitu campuran rasa segar dan kelat.

Selain terasa segar, relaksasi pada pikiran akan timbul 30 – 40 menit setelah teh diminum. Mengapa? Karena asam amino L-theanine secara langsung akan merangsang produksi gelombang otak alpha. Gelombang ini akan menyebabkan relaksasi pikiran seperti halnya pada meditasi. L-theanine juga bertanggungjawab pada pembentukan gamma amino butyric acid (GABA) yang akan mempengaruhi produksi dopamine dan serotonin yang terkenal sebagai hormon-hormon bahagia, atau hormon-hormon yang membawa efek relaksasi dan perasaan bahagia pada manusia. Penelitian mendukung yang dilakukan oleh University College pada 75 pemuda di London, membuktikan bahwa level dari cortisol atau hormon penyebab stres ternyata juga turun 47 persen, dalam waktu 50 menit setelah minum teh.

Inilah yang menyebabkan mengapa para peminum teh cenderung mampu berpikir lebih tenang dan tajam meski sedang dihadang masalah berat sekali pun. Dan ini adalah kebijakan purba para nenek moyang bangsa Asia sejak ribuan tahun lalu yang kemudian berkembang ke seluruh dunia.

“Kebiasaan minum teh yang bermanfaat ini harus kita tingkatkan pada masyarakat, terutama generasi muda, melalui pendekatan edukasi lewat berbagai channels,” ujar Bayu Krisnamurthi, Ketua Umum Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia di acara yang sama, Riungan Teh Indonesia. “Untuk itu Indonesia akan membangun budaya tehnya sendiri yang khas.”

Jadi, sudahkah Anda minum secangkir teh hari ini? Dan, sudahkah Anda berbahagia? Nge-teh deh, kelar problem lo!

* Dari berbagai sumber. Sumber ilkustrasi: pixabay.com.

Category: HakikatTags:
No Response

Leave a reply "Nge-teh Deh, Kelar Problem Lo!"