Mobil Irit Karya Anak Negeri, Menggeliat!

Gonjreng.com – Publikasi yang tidak gegap gempita, membuat yang tahu hanya segelintir orang saja: bahwa putra Indonesia sudah berprestasi di dunia otomotif, dan mampu menghasilkan mobil listrik serta mobil irit bahan bakar. Ini bukan prestasi di ajang nasional saja, tapi juga internasional. Dan ini tanda yang membanggakan, tanda bahwa keinginan memproduksi mobil sendiri mulai menggeliat.

Mobil irit dan murah buatan putra Indonesia yang sudah diuji coba dan akan diproduksi masal, adalah :

Esemka, mobil jenis SUV (sport utility vehicle) ini adalah kendaraan penumpang yang digabungkan dengan kemapuan membawa barang, adalah karya siswa-siswa SMK I Singosari, Malang. Mobil irit Esemka diprakarsai dan dikerjakan oleh 50 orang siswa dengan biaya sekitar 175 juta rupiah. Saat ini Esemka akan meluncurkan produk pertamanya dengan nama Esemka Adia dengan tipe 1000 cc dan 2000 cc, dan berjenis pick-up.

Kancil, ini nama yang mengingatkan kita ke dongeng masa kecil. Kancil adalah kendaraan niaga cilik irit lincah, dengan harga berkisar 30 – 40 jutaan rupiah. Bisa dibilang, Kancil adalah upgrading dari Bajaj.

Komodo, mobil irit berkapasitas 2 orang ini adalah garapan PT Fin Komodo Indonesia asal Cimahi-Jawa Barat. Dari hasil uji coba, kendaraan ini memang handal seperti komodo, yang dapat berjalan di lumpur atau air. Saat ini mobil Komodo memiliki beberapa varian seperti mobil pemadam kebakaran (fire fighter), ambulan (medivac), dan yang terbaru akan dikembangkan bersama TNI.

 

Arina, dengan kemampuan jelajah 70 km/jam dan penggunaan bahan bakar 40 km/liter, Arina termasuk mobil irit buatan anak negeri lainnya. Armada Indonesia adalah kepanjangan dari Arina, hasil kerja-keras mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes). Arina terus dikembangkan agar menjadi 100% buatan Indonesia, dan jika berhasil  harga jualnya berkisar di 30 jutaan rupiah saja.

Ada juga mobil irit buatan anak bangsa yang mencapai prestasi di ajang internasional! Tim Sadewa yang terdiri dari 7 mahasiswa UI  (Universitas Indonesia) dengan Urban Concept Gasoline-nya berhasil menjadi juara terbaik se Asia di kancah Shell Eco Marathon (SEM) Asia 2016 di Manila, Filipina. Mereka berhasil mengefisienkan 1 liter bensin untuk 275 km! Menakjubkan! Semua itu dibuktikan melalui hasil karya mereka, Kalabia Evo-5.

 

Selain tim Sadewa, UI juga menurunkan tim Nakoela yang menjuarai kompetisi mobil irit bahan bakar dengan kategori Prototype Gasoline, melalui Keris R-VII. Kendaraan berbobot 40 kg dan berbahan material carbon fiber, honey comb, serta aluminium ini, mampu melewati 792 km dengan hanya 1 liter bensin. Luar biasa!

Hasil karya-karya spektakuler inilah yang menjadi titik terang Indonesia. Kita pun mampu membuat kendaraan irit, yang suatu saat akan merajai jalan-jalan tanah air kita sendiri. Semoga!

* Witdya Pudjanarko, dari beberapa sumber. Ilustrasi: wikimedia.org.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *