Menteri Kesehatan Terawan Dipecat Saja, Saran Koalisi

Gonjreng.com –  Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto belakangan ini namanya menghilang dari pemberitaan. 

Sebelum ditemukan korban kasus virus corona (Covid-19) di Indonesia, Menteri Kesehatan Terawan cukup sering menghiasi media, terutama ketika masih populer istilah “Indonesia Bebas Corona”.

Meski pihak luar seperti Amerika Serikat dan Australia meragukan kebenaran “Indonesia Bebas Corona” tadi, Menteri Kesehatan Terawan bergeming, bahkan terkesan ngeyel.

Hasil penelitian dari Profesor Universitas Harvard yang menyimpulkan seharusnya Indonesia telah memiliki setidaknya lima kasus infeksi virus corona, ditanggapi Menteri Kesehatan Terawan seperti ini:

“Kami berutang pada Tuhan. Ini karena doa kami. Kami tidak mengharapkan hal-hal seperti itu sampai ke Indonesia,” katanya seperti dikutip dari kompas.com.

Tapi sekitar 2 minggu kemudian, ia mendampingi Jokowi untuk mengumumkan ada dua orang terjangkit virus corona (Covid-19) di Indonesia.

Korban yang terjangkit virus corona pun semakin hari semakin bertambah sejak pengumuman Jokowi tadi. Hingga 17 Maret 2020 pukul 11.00 WIB tercatat ada 134 korban di Indonesia.

Sebuah koalisi yang menamakan dirinya Koalisi Masyarakat Sipil, terdiri dari sejumlah LSM seperti Migrant Care, KontraS, Lokataru, YLBHI, LBH Masyarakat, Walhi, PKBI, YLKI, PSHK, Amnesty International Indonesia, AJAR, P2D mendesak Jokowi agar mencopot atau memecat Menteri Kesehatan dengan alasan antara lain menunjukkan sikap pongah, menganggap enteng, anti-sains, serta memandang rendah persoalan yang berakibat hilangnya kewaspadaan.

“Kami mendesak Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk mengganti Menkes Terawan dengan figur yang lebih paham kesehatan publik, punya kepekaan krisis, yang akan memandu kita melewati krisis kesehatan terburuk ini,” kata Anis Hidayah salah satu anggota Koalisi Masyarakat Sipil tadi (tempo.co).

Diperkirakan secara keseluruhan dalam menangani serangan virus corona (Covid-19), pemerintah Indonesia dinilai lamban, gagap, lelet, atau semacam itu, dan citra Jokowi pun jatuh di mata publik saat ini.

Apakah dengan mencopot atau mengganti Menteri Kesehatan Terawan akan membuat keadaan menjadi lebih baik, dan citra Jokowi pun naik?

Jawabannya bisa ya, bisa tidak.

Apakah desakan, usul, atau saran dari Koalisi Masyarakat Sipil tadi bagus?

Bisa ya, bisa juga tidak.

Siapa saja boleh mengajukan usul atau saran, tapi mengangkat dan mengganti seorang menteri merupakan hak prerogatif seorang presiden. 

Bukankah hal ini cukup sering didengungkan saat akan dilakukan pembentukan kabinet Jokowi periode kedua (2019-2024)?

Waktu itu pun ada usul atau saran agar Prabowo jangan dimasukkan ke dalam kabinet, tapi hak prerogatif yang dimiliki Jokowi mengatakan sebaliknya.

Sekarang ada usul atau saran agar Menteri Kesehatan Terawan dicopot.

Jokowi yang memutuskan, dan segala kebaikan atau keburukan yang ada atas keputusannya, ya tanggung sendiri.

Mosok orang lain?

Yang punya hak prerogatif siapa?

Sekali lagi, siapapun boleh mengajukan usul atau saran, termasuk pencopotan Menteri Kesehatan Terawan, tapi terlepas bagus atau tidaknya saran itu, tetap Jokowi yang menanggung segala kebaikan atau keburukan yang ada akibat keputusan yang diambilnya.

***

Sumber gambar: tempo.co.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *