Mengundurkan Diri demi Menyelamatkan Proyek?

Gonjreng.com – Mengundurkan diri, kata-kata ini belakangan sedang populer.

Ya, ada hubungannya dengan Staf Khusus (Stafsus) Jokowi.

Stafsus Jokowi Adamas Belva Syah Devara mengundurkan diri beberapa waktu lalu setelah Ruangguru terpilih sebagai salah satu mitra program Kartu Prakerja pemerintah yang mendapat kecaman dan kritikan dari berbagai pihak.

Hari ini Stafsus Jokowi Andi Taufan Garuda Putra diberitakan mengundurkan diri juga. Bermula dari surat yang dikirimnya kepada seluruh camat di Indonesia mengenai kerja sama program antara pemerintah dan PT Amartha Mikro Fintek terkait Relawan Desa Melawan Covid-19.

Sudah dua Stafsus Jokowi dari kaum milenial yang mengundurkan diri, padahal sudah disarankan oleh penulis tidak perlu melakukan hal itu, santai saja.

Kalau memang merasa tidak bersalah, jelaskan saja masalahnya kepada publik, dan penjelasannya tersebut masuk akal, bukannya mengundurkan diri.

Apabila masalahnya sudah dijelaskan dengan gamblang, tapi masih saja ada pihak yang mengecam dan menuding? 

Tetap santai saja, tidak perlu panik.

Ingat, siapa yang menuding, dia yang harus membuktikan tudingannya itu. 

Kalau ternyata tidak mampu membuktikan tudingannya akan malu sendiri, kecuali urat malunya sudah putus.

Penulis pun sudah mengatakan ada atau tiada Stafsus Jokowi yang mengundurkan diri tetap saja kecaman dan kritikan akan datang menghampiri mereka.

Menurut Anggota Ombudsman RI, Alvin Lie, jika masalah yang melibatkan Belva dan Taufan tadi tidak diributkan publik, ia ragu kedua Stafsus Jokowi itu akan mundur.

Masih menurut anggota Ombudsman RI tadi, keputusan kedua Stafsus Jokowi yang mengundurkan diri tidak serta merta menyelesaikan masalah yang ada. Keterlibatan PT Amartha dalam program penanganan Covid-19 serta Ruangguru dalam proyek Kartu Prakerja tetap harus ditelurusi lebih lanjut.

“Perlu terus diungkap apakah yang bersangkutan telah menyalahgunakan wewenangnya mempengaruhi pihak-pihak lain sehingga memuluskan proyek, ada konflik kepentingan dan apakah proyek-proyek terkait pada dua staf khusus ini masih berlanjut atau tidak,” katanya di sini.

“Jangan sampai mereka mundur demi menyelamatkan proyek,” kata Anggota Ombudsman RI Alvin Lie menambahkan.

Sebelumnya pun politikus Partai Gerindra dan Anggota Dewan Fadli Zon sempat menyinggung masalah proyek ini.

Ketika Adamas Belva Syah Devara mengundurkan diri beberapa waktu lalu, apa kata Fadli Zon lewat akun Twitter-nya?

“Sekalian harus mundur dari proyeknya.” 

Sila baca juga: Belva Mundur Pun Masih Disindir Fadli Zon.

Ada atau tiada Stafsus Jokowi yang mengundurkan diri tetap saja kecaman dan kritikan itu akan datang jua. 

Kini kembali ada pihak yang curiga setelah Stafsus Jokowi kedua – Andi Taufan Garuda Putra – mundur dari jabatannya.

Jangan sampai mundurnya Stafsus Jokowi tadi demi menyelamatkan proyek.

Makanya, lain kali Stafsus Jokowi dengarkan saran penulis, dan sering-sering mampir untuk membaca tulisan yang ada di kompasiana.com dan gonjreng.com, terutama lapak penulis.

Sejak awal penulis sudah memperkirakan ada strategi dan taktik tertentu di balik serangan terhadap Stafsus Jokowi tadi. 

Strategi dan taktik harus dibalas dengan strategi dan taktik pula.

Kebetulan penulis seorang penggemar catur yang baik hati dan tidak sombong di mana strategi dan taktik hal yang biasa, serta sudah tidak asing lagi, sementara tidak semua politikus memahami strategi dan taktik itu dengan baik.

Ya sudahlah, sudah terlanjur Stafsus Jokowi mengundurkan diri, dan Jokowi pun tidak menolak pengunduran diri mereka.

***

Sumber gambar: kompas.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *