Mencari Agama

0 450
Mencari Agama
Mencari Agama

Gonjreng.com – Agama tidak begitu penting lagi bagi kehidupan masyarakat Eropa kebanyakan. Karenanya banyak tempat peribadatan agama yang kosong ditinggalkan para pemeluknya. Apakah agama benar-benar hilang eksistensinya?

Secara fisik, ya. Tetapi nilai-nilai agama tentang kejujuran, kemanusiaan, saling menghargai, kerja keras, transparansi, disiplin dan ketertiban, kebersihan dan cinta lingkungan, hormat pada sesama, melindungi kaum lemah dan sebagainya, telah diterapkan dalam kehidupan mereka sehari-hari dan dianggap sudah final. Agama, di Eropa pada akhirnya menjelma menjadi wujudnya yang nyata – yaitu peradaban, tatanan ketertiban kehidupan bermasyarakat.

Demikian kesimpulan orang-orang Eropa yang kujumpai, dan banyak berdiskusi denganku baik di Benelux, Jerman, Perancis, Swis, Skandinavia Utara, hingga akhir-akhir ini, di Inggris. Seringkali aku justru merenung mengapa di Indonesia yang banyak penduduknya masih menganggap penting, justru peradaban yang luhur tak bisa segera terwujud.

Namun ternyata agama dan tempat ritual di Eropa, masih memiliki artefak.

Tatkala aku hendak terbang dari bandara internasional Glasgow, Skotlandia, menuju Jakarta, Indonesia, aku sengaja hendak shalat sebagai kebiasaan muslim Indonesia kebanyakan, di bandara tersebut. Sangat sulit mencari tempat shalat di banyak tempat umum di kota-kota besar Eropa. Maka aku membayangkan, akan sulit juga mencari tempat shalat di bandara Glasgow ini.

Tetapi sangat terperanjat aku tatkala mendapati inter-faith prayer room atau ruang berdoa lintas-kepercayaan di bandara ini. Bandara Glasgow ternyata menyediakan tempat berdoa/shalat yang bisa digunakan bersama-sama antara pemeluk Islam, Nasrani, Yahudi, dan juga agama lainnya. Di tempat ini, aku hamparkan sajadah yang tersedia dengan baik, lalu shalat seperti biasa. Shalat di depan altar gereja kecil yang sederhana, tetapi indah (lihat foto terlampir).

Demikianlah orang Eropa berusaha menghargai mereka dari Asia yang masih menempatkannya sebagai sesuatu yang penting. Dengan menyatukan prayer room bagi semua pemeluk kepercayaan, tempat ini menyatukan dan mewadahi rasa ingin bertenggang rasa bagi para pemeluk agama yang berbeda.

***

Arya Hadi Dharmawan, Glasgow, Juni 2017. Penulis mendalami Socio-Economic of Rural Development/Agricultural Sociology di Georg August University Goettingen, Germany, dan merupakan staf pengajar di Institut Pertanian Bogor. Sumber ilustrasi: Utah State University dan foto pribadi.

Category: NawacitaTags:
No Response

Leave a reply "Mencari Agama"