Mantan Koruptor Itu Belum Ingin Kembali Berpolitik

Gonjreng.com – Mantan koruptor yang baru dibebaskan dua hari lalu, yaitu Romahurmuziy alias Romi belum berpikir untuk kembali berpolitik.

Sebelumnya Wakil Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (Wasekjen PPP) Achmad Baidowi menyerahkan sepenuhnya kepada yang bersangkutan jika ingin bergabung kembali dengan alasan hak politik mantan koruptor itu, namun menurutnya Romi masih ingin fokus pada proses kasusnya di Mahkamah Agung (MA).

Hal senada dikatakan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPP Arsul Sani.

“Tentu sudah (berkomunikasi), namun Muchammad Romoharmuziy belum berpikir soal itu (bergabung kembali dengan PPP). Masih fokus dengan kasasi di MA,” kata Asrul Sani di sini.

Dari pernyataan Wasekjen PPP Achmad Baidowi dan Sekjen PPP Asrul Sani di atas tadi terkesan sama sekali tidak ada penolakan jika seorang mantan koruptor ingin kembali menjadi kader PPP.

Mungkin saja timbul pertanyaan seperti ini.

Seandainya mantan koruptor Romi tadi diterima kembali sebagai kader PPP, jabatan apa yang akan disandangnya?

Sebelumnya Romi adalah ketua umum PPP.

Sekjen PPP Asrul Sani pun mengatakan tidak ada yang istimewa dari pembebasan mantan ketua umum PPP Romoharmuziy alias Romi. Pembebasannya sebatas pelaksanaan aturan hukum acara pidana.

“Romi telah menjalani penahanan selama satu tahun seperti vonis Pengadilan Tinggi Tipikor Jakarta,” katanya.

Ya, memang tidak ada yang istimewa jika dilihat dari sudut pandang itu.

Bagaimana kalau ada pihak yang melihatnya dari pernyataan Jokowi ketika Romi masih berstatus tersangka atas kasus dugaan suap jual-beli jabatan di Kementerian Agama?

Saat itu Jokowi mengatakan Romi adalah seorang kawan.

“Apa pun, Pak Rommy adalah kawan kita. Sudah lama dan juga ikut dalam Koalisi Indonesia Kerja juga sudah lama. Kita sangat sedih dan prihatin,” kata Jokowi.

Sila baca juga: Romi Memang Hebat dan Layak Dapat Jempol?

Namun tidak tertutup kemungkinan ada pihak yang menilai pernyataan Jokowi di atas tadi tidak ada yang istimewa.

Bukankah Jokowi pun mengatakan tetap menghormati keputusan KPK?

Kesimpulan sederhana yang bisa dipetik adalah semua tidak ada yang istimewa.

Seorang mantan koruptor jika ingin kembali menjadi anggota parpol dan sama sekali tidak ada penolakan dari petinggi parpol tersebut bukanlah hal yang istimewa.

Seorang mantan koruptor masih fokus menghadapi kasasi yang diajukan KPK dan belum berpikir untuk kembali berpolitik bukan juga sesuatu yang istimewa.

Jika nantinya pengadilan mengabulkan kasasi yang diajukan KPK, dan Romi kembali masuk penjara, bukan lagi mantan koruptor, apakah merupakan hal yang istimewa atau biasa saja?

Biasa saja.

Sebenarnya status Romi saat ini adalah mantan koruptor atau bukan, mengingat masih ada kemungkinan ia kembali masuk penjara jika pengadilan mengabulkan kasasi yang diajukan KPK?

Au ah gelap…mantan koruptor atau bukan, yang jelas saat ini Romi sudah menghirup udara bebas dan merdeka.

***

Sumber gambar: detik.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *