Luhut Membela Diri, Bagaimana Hasilnya?

Gonjreng.com – Luhut membela diri dari serangan politik yang dilancarkan sebagian pihak terhadap pemerintah terkait penanganan pandemi virus corona (Covid-19) yang sudah sekitar tiga minggu ini terdeteksi menyerang Indonesia sejak Jokowi mengumumkan ada dua orang positif terjangkit virus tersebut.

Bukan hanya Luhut, Menko Kemaritiman dan Investasi, Jokowi pun terkesan membela diri lewat akun Twitter-nya.

Menurut Jokowi, benar-benar sulit dicegah masuknya pandemi virus corona (Covid-19) yang telah menyebar di 189 negara di dunia ini. Makanya pemerintah pusat dan daerah harus sejalan dalam menghadapinya.

sumber gambar: akun Twitter Jokowi

Virus corona telah membuat pusing dan sibuk pemerintah di banyak negara, termasuk Indonesia. Hingga saat ini per 24 Maret 2020 pukul 15.45 WIB tercatat korban serangan Covid-19 di Indonesia sebanyak 686 orang, di antaranya 55 orang meninggal dunia, dan 30 orang sembuh.

sumber gambar: cnnindonesia.com

Pemerintahan Jokowi dinilai sebagian pihak lamban, lelet, bahkan gagap atau tidak tahu bagaimana caranya menangani pandemi virus corona (Convid-19), dan hal ini sudah dibantah oleh pihak pemerintah. 

Kini Luhut membela diri dengan membandingkan kesiapan negara lain dan Indonesia. Tak tanggung-tanggung pula, dibandingkannya dengan negara super power (adidaya) Amerika Serikat yang dipimpin Donald Trump dalam penanganan pandemi virus corona.

“Pertanyaan saya, negara mana sih yang siap, kan tidak ada yang siap. Jadi, kalau ada pengamat yang bilang pemerintah tidak siap, ya memang tidak ada yang menduga akan seperti ini,” kata Luhut membela diri.

“Amerika saja begitu galau. Anda bisa bayangkan sebesar Amerika itu minta bantuan ke Indonesia,” kata Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan di sini.

Bukan hal yang baru dan aneh, jika ada serangan yang datang menghampiri, maka akan ada juga pembelaan diri. 

Pihak yang satu menyerang pihak lain, dan pihak lain itu, karena alasan tertentu, untuk sementara bertahan atau melakukan pembelaan diri, tapi tidak tertutup kemungkinan suatu saat nanti balik menyerang pihak yang menyerangnya tadi.

Banyak jurus politik dalam melakukan serangan politik maupun pembelaan diri, misalnya jurus caper (cari perhatian), jurus carmuk (cari muka), jurus ngeles kayak bajaj, jurus pengalihan isu, jurus menembak ke kiri tapi sasaran sebenarnya ada di kanan, jurus playing victim, dst.

Untuk jurus playing victim cukup sering dimainkan pada Pilpres 2019 lalu.

Luhut membela diri atas serangan politik sebagian pihak yang mengatakan pemerintah tidak siap, lamban, lelet, gagap dalam penanganan pandemi virus corona (Covid-19), lalu bagaimana hasilnya?

Berhasil atau gagal? Sukses atau sia-sia?

Di sinilah perlu diperhatikan kata-kata orang bijak yang kepalanya pitak.

Tidak ada satupun yang tahu pasti apa yang akan terjadi di masa depan.

Begitu pun dengan hasil dari pembelaan diri Luhut tadi.

Biarlah waktu yang akan menjawabnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *