Keluarga Pelangi ke Pulau Pari (Bagian 2)

2 271
Keluarga Pelangi ke Pulau Pari (Bagian 2)
Keluarga Pelangi ke Pulau Pari (Bagian 2)

Keluarga Pelangi ke Pulau Pari (Bagian 2)

Gonjreng.com – Kami memulainya di Sabtu pagi yang cerah. Untuk mencapai Pulau Pari, kami hanya membutuhkan sekitar satu jam dengan menggunakan speedboat dari dermaga Marina Ancol, atau sekitar 2 hingga 3 jam dengan kapal ferry dari dermaga Muara Angke. Jam 07.00 pagi kami sudah bertolak dari Ancol, dan begitu sampai di pulau yang luasnya hanya 42 hektar ini, kami disambut oleh pemandangan dusun kecil yang relatif bersih dan tertata rapi, yang dibelah memanjang oleh sebuah jalan kecil dari cobble stones atau paving batu.

Tak ada hotel atau restoran di pulau mungil berpenduduk 790 jiwa ini, namun itu tak membuat kami berkecil hati. Homestay atau rumah penduduk yang disulap menjadi penginapan, ternyata bersih dan berpendingin. Warung-warung kecil yang menjual makanan, camilan, dan minuman banyak ditemukan di sana.

pari10Dan karena pulau ini kecil, kami hanya perlu kurang dari satu jam untuk menelusurinya dengan menggenjot sepeda reot. Ya betul, sepeda reot. Itu karena “ke mana pun mata kami memandang” yang bisa ditemui dan disewa di pulau ini hanyalah sepeda-sepeda tua tanpa rem atau dengan separuh rem, tanpa bel atau memakai bel mulut, “Permisi, permisiii… numpang lewat!”, dan yang selalu ramai berbunyi ‘kreot-kreot-kreot’ jika dikayuh. Tapi itu malah jadi kenangan menarik tersendiri. Kami selalu tertawa-tawa geli karena deritan sepeda kami beramai-ramai telah menciptakan sebuah musik alami yang ajaib.

Lalu, ketika memasuki wilayah pantai Pasir Perawan, kami terpana. Dikelilingi oleh beberapa gerumbul mangrove, perairannya sangat tenang tanpa ombak, berwarna biru, terlihat dangkal dan jernih. Pantai pasir putih yang berkilauan tertimpa cahaya matahari.

pari8“Ini seperti surga kecil yang tersembunyi,” pikirku sambil menghirup es kelapa muda segar di sebuah warung bambu. Namun ketenanganku segera terpecah oleh gelak tawa teman-teman. Seperti biasa mereka asyik berfoto bersama di pantai yang indah itu, bertanding memeragakan pose yang lucu dan aneh-aneh. Memang begitulah teman-temanku yang jenaka. Keceriaan mereka selalu menjadi bagian dari keindahan yang unik.

pari9Selain menikmati keindahan pantai Pasir Perawan, yang tak boleh dilewatkan adalah snorkeling atau diving. Sebenarnya, karena perairan di sekitar pulau Pari ini merupakan lahan konservasi biota laut oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang kantornya berada di ujung barat pulau ini, kami mengharapkan sebuah perairan yang benar-benar alami dan bersih. Tapi beberapa kali alis kami sempat mengernyit dan hati kami tertusuk karena mendapati satu dua sampah yang mengapung di tengah samudera luas.

“Itu kiriman dari Jakarta,” tutur  pemandu kami.

Dan malamnya, ternyata kami mendengar penuturan yang lebih suram lagi dari beberapa penduduk pulau.

BERSAMBUNG

* Laksmi D. Haryanto. Foto: koleksi pribadi.

Category: KelanaTags:
2 Responses
  1. author

    Mulyanto Darmawan3 years ago

    Luar biasa dan mantap..salah satu nikmat hidup adalah punya sobat karib..top deh gongreng dengan ide2 segarnya sbg alternatif dari media yang makin serius…

    Reply
    • author

      Laksmi3 years ago

      Terima kasih sekali. Masih banyak yang kami pelajari dalam perjalanan ini. Dukungan dari semuanya sangat menyemangati kami. Sekali lagi, terima kasih.

      Reply

Leave a reply "Keluarga Pelangi ke Pulau Pari (Bagian 2)"