Keluarga Pelangi ke Pulau Pari (Bagian 1)

3 340
Keluarga Pelangi ke Pulau Pari (Bagian 1)
Keluarga Pelangi ke Pulau Pari (Bagian 1)

Keluarga Pelangi ke Pulau Pari (Bagian 1)

Gonjreng.com – “Ia benar-benar seperti seorang putri duyung yang sedang membelah samudra,” gumamku sambil mengarahkan lensa pada Evi yang melintas di perairan dekat perahu. Ia berenang sangat cepat, meluncur menjauh, lalu mengecil menjadi sebuah titik mungil di tengah lautan luas. Sebentar-sebentar temanku itu mucul lagi ke permukaan, lalu menyelam kembali, dan tahu-tahu sudah jongkok di tepian perahu. Aku tersenyum memandangnya. Gayanya yang keren mengingatkanku pada serial TV Baywatch yang sangat populer dua dekade lalu. Dari pinggir perahu dengan tenangnya Evi mengamati gerombolan teman-teman kami, yang seperti cendol, sedang ber-snorkeling di lautan biru dan berteriak-teriak gembira di sekeliling perahu.

“Oh. Lihat! Di sini terumbu karangnya indah sekali!”

“Hei, sini! Ke sini! Banyak ikan warna-warni di sini!”

“Potret aku di bawah laut dong!”

“Halo, halo! Foto aku! Foto aku dong!”

pari6Ramai sekali. Riang sekali. Sementara derai tawa para snorkelers bergulung terbawa angin dan melingkar-lingkar hangat di sekitar perahu, teman-teman lain yang duduk beristirahat di perahu pun tak ketinggalan tergelak-gelak mendengarkan nyanyian medley, atau nyanyian gado-gado aneka lagu yang digabung jadi satu, yang disenandungkan dengan lucunya oleh temanku yang jenaka, Boy. Aku tak bisa menghentikan senyumku. Mengamati kebersamaan dan kegembiraan teman-teman, hati ini terasa nyaman dan hangat… sampai, tiba-tiba aku dikejutkan oleh teriakan-teriakan keras lain yang tak biasa dari laut.

“Viii, Riri kram! Riri kram! Riri kraaam!”

pari5Byuuur! Bahkan sebelum para pemandu sempat bereaksi, dengan secepat kilat Evi telah terjun ke laut. Aku melihat Riri gelagepan di laut tanpa pelampung, dengan paniknya berusaha memeluk seseorang yang paling dekat dengannya. Aku bisa merasakan ketakutannya. Betapa pun ahlinya seseorang berenang, jika kram menyerang ia takkan mampu menggerakkan kakinya dan bisa tenggelam. Untung dalam sekejap Evi berhasil meraihnya. Meski awalnya Evi harus membebaskan kepalanya yang tenggelam karena ditekan oleh Riri yang panik, dan terpaksa meneguk air laut, akhirnya ia berhasil menyeret Riri dan menaikkannya ke atas perahu. Hari itu, sesungguhnya aku telah menyaksikan seorang “baywatcher” sejati menyelamatkan sebuah nyawa.

pari7Dan, tentu saja itu baru sekeping kecil dari keseluruhan rangkaian cerita perjalananku bersama teman-teman alumni SMA Negeri 8 Jakarta angkatan 1983 dan keluarga, ke pulau Pari baru-baru ini. Hanya dalam beberapa jam setelah menjejakkan kaki di pulau kecil yang indah di kawasan Kepulauan Seribu yang masuk wilayah ibu kota Jakarta ini, kami telah merangkai aneka cerita warna-warni yang tak terlupakan. Cerita kami berisi tentang matahari terbit dan matahari tenggelam, tentang hal-hal yang indah dan juga tak begitu indah, tentang kegembiraan dan juga kesedihan.

BERSAMBUNG

* Laksmi D. Haryanto. Foto: koleksi pribadi

Category: KelanaTags:
3 Responses
  1. author

    Varieny Syamsuddin - Eny3 years ago

    Amy… entah mengapa, setiap membaca tulisan2mu… aku merasa seakan selalu ada didalamnya… ada keharuan, kegembiraan, kesedihan… dan begitu banyak rasa yang menyeruak kedalam kalbu ini.
    meskipun kita tidak pernah sekelas, tapi sejak dulu aku selalu merasa bangga kenal denganmu… aku senang membaca setiap goresanmu… dan aku senang bisa mengenalmu… kamu cantik, ramah dan baik hati… semoga Allah terus memberi kesehatan lahir bathin untukmu Amy .. Laksmi Dewanti.. love Eny

    Reply
    • author

      Laksmi3 years ago

      Enny, kata-katamu terlalu manis. Terima kasih banget. Kita saling mendoakan ya? Semoga kita semua selalu dalam limpahan rahmat dan lindungan-Nya. Aamiin.

      Reply
      • author

        Varieny Syamsuddin - Eny3 years ago

        Amiiinn

        Reply

Leave a reply "Keluarga Pelangi ke Pulau Pari (Bagian 1)"