Keliling Jakarta Ternyata Murah, Hanya Rp 38.000,-

Keliling Jakarta
Keliling Jakarta

Gonjreng.com – Rencana untuk membuktikan bahwa keliling Jakarta itu murah, ternyata tak terhenti meski hujan turun super-duper deras. Berbekal Rp 50.000,- dan kartu Commuter Line (CL), kuselipkan kartu ATM untuk berjaga-jaga dalam kondisi darurat. Tidak lupa pula kusiapkan air minum dalam tumbler.

Berangkat dari stasiun Tebet yang masih bersolek pada jam 07.10, gerbong CL terlihat lengang, hanya terisi beberapa bapak, dan 2 mamud (mama muda) yang bergosip seru. Tangan mereka heboh bergerak diiringi tawa keras.

CL bergerak, diiringi rintihan roda di atas rel memacu lajunya. Hembusan penyejuk udara terasa nyaman. Pekerja kebersihan bekerja bersamaan dengan makin melajunya CL. Penumpang duduk santai, lantai CL kinclong dan bebas sampah

Keliling Jakarta

Keliling Jakarta – Stasiun Manggarai

Keliling Jakarta, masih on schedule. Aku ingin membuktikan kalau beberapa stasiun di Jakarta sudah bebenah. Tujuan pertama adalah Stasiun Manggarai.

CL melambat dan  berhenti, tidak ada desak-desakan, penumpang naik menunggu penumpang turun. Entah karena hari itu adalah hari libur dan masih pagi atau memang penumpang CL sudah sadar untuk antri, semuanya terlihat teratur, tidak mau kalah dengan antrian bebek.

Kakiku menyusuri peron menuju underpass yang masih dalam tahap penyelesaian. Waduuhhh, aku terkesima. Semua bersih dan nyaman. Petunjuk arah terpampang jelas dan mudah dipahami. Salut! Stasiun Manggarai terbukti telah membenahi diri.

Ketika perutku berkeriuk minta diisi, aku memandang sekeliling. Gerai cepat saji ayam goreng bikinan sang Kolonel, donat aneka topping, bahkan kedai kopi asal Amerika tersedia di sini. Keputusanku jatuh ke roti berbentuk kubah seharga Rp 10.000.

Setelah tuntutan perut teratasi, aku kembali berjalan. Keadaan seputar peron terlihat tertib, tanda-tanda terlihat jelas dan informatif. Petugas keamanan pun ramah dan siap membantu. Hebatnya, toilet bersih, tissue tersedia, air mengalir, dan tidak ada bau menyengat. Seorang pembersih terlihat berjaga dan dengan cekatan selalu membersihkan seakan-akan hidupnya tergantung dari kebersihan toilet itu.

Keliling Jakarta

Keliling Jakarta – Stasiun Tanah Abang

Tujuan kedua dalah Stasiun Tanah Abang. CL masih lengang namun tempat duduk hampir penuh. Stasiun Karet dan Stasiun Sudirman aku lewati, karena  keadaan stasiunnya tidak banyak berubah.

Di Stasiun Tanah Abang, terlihat antrian penuh sesak. Banyak calon penumpang berlarian mengejar CL. Namun bagusnya, petugas keamanan sigap mengatur arus penumpang, sehingga semuanya berjalan dengan baik. Tujuanku adalah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang baru dibuka pada 14 Maret 2017 lalu.

Bagaimana JPO itu? Oh, menakjubkan! Lantainya kinclong berkilau dan kaca-kacanya jernih bersih. Petunjuk arah juga jelas dan terang. Eskalator berjalan mulus tanpa deritan. Nyata sekali Stasiun Tanah Abang juga sudah berdandan.

Keliling Jakarta

Keliling Jakarta – Stasiun Pal Merah

Setelah puas di Stasiun Tanah Abang, acara keliling Jakarta berlanjut menuju Stasiun Palmerah. Stasiun ini sekarang memiliki dua lantai, tapi jalur kereta yang tadinya 4 dikurangi menjadi 2. Stasiun Palmerah adalah stasiun yang wajib disinggahi oleh KRL maupun CL. Secara kasat mata, Stasiun Palmerah sudah berhias, dan berhias dengan “menor”. Namun di sini jangan berani-berani mengambil foto dengan kamera, karena pihak keamanan dengan tegas akan menegur dan melarang dengan alasan keamanan.

Tujuan akhir adalah Stasiun Rawa-Buntu yang ada di wilayah Tangerang Selatan. Tidak ada perubahan di sini, mungkin karena sudah bukan Jakarta, jadi tidak masuk hitungan dalam anggaran perbaikannya. Saat tapping kartu CL, biaya berkurang Rp 4.000. Langit menghitam, lapar sudah datang, dan aku harus kembali ke Tebet.

Jam menunjukkan pukul 13.45, ketika aku bersegera masuk ke CL tujuan Tanah Abang. Sesampainya di Stasiun Tebet, perutku yang sudah lapar lagi kuisi dengan mie ayam pangsit seharga Rp 20.000.

Nah, keliling Jakarta ini semuanya hanya menghabiskan Rp 38.000. Dengan uang segitu aku sudah bisa menikmati keindahan Jakarta di sepanjang jalan CL dan juga stasiun-stasiun yang kini sudah berbenah indah.

Siapa bilang keliling Jakarta itu mahal? Bawa uang Rp 50.000 saja masih bersisa.

Yuk, budayakan naik CL dan kurangi kemacetan jalan raya!

*Sumber gambar: koleksi pribadi.

Category: KelanaTags:
2 Responses
  1. author

    Zahrah Nida Rosyida2 years ago

    Wah boleh nih dicoba kapan” kalo main ke Jakarta lagi hehe.
    Tapi emang salut banget sama Jakarta. Hasil berbenah beberapa generasi kepemimpinan yang saling bahu membahu membuat nyaman warga Jakarta dan siapapun yang singgah. Salut sama fasilitas dan ambience stasiun” dan CL nya. Saya juga nyaman banget kalo naik transportasi di Jakarta khususnya CL dan TJ. Dingin! Tapi begitu keluar, langsung megap-megap lg wkwkw. Semoga Jakarta makin nyaman untuk semua yaaa 🙂

    Reply
    • author

      Witdya Pudjanarko2 years ago

      Hayuuk… ke Jakarta lagi, Cl dan TJ masih dingin koq..
      Senang bisa berbagi, dan terima kasih sudah comment nya.

      Reply

Leave a reply "Keliling Jakarta Ternyata Murah, Hanya Rp 38.000,-"