Budaya Khmer di Negara Neraka Dunia

0 928
khmer

Gonjreng.com – Meski November bukan saat tepat untuk mengunjungi Kamboja karena masih berpotensi hujan, namun akhirnya aku dan seorang temanku memutuskan untuk tetap pergi juga mengunjungi negara ini. Negara yang mempunyai sejarah kelam di era tahun 70-an karena terjadinya genosida terhadap 2 juta rakyat oleh rezim Khmer Merah ini, ternyata menyimpan keindahan luar biasa. Ya, Kamboja yang sempat mendapat julukan “negara neraka dunia” itu, menyimpan keindahan budaya Khmer yang sempat berjaya di abad 9 sampai 12. Setelah dikuasai kerajaan Siam di abad 14, budaya Khmer ini tersisihkan dan runtuh.

khmer

Candi-candi Peninggalan Budaya Khmer yang Memesona

Karena keterbatasan waktu cuti, kami  putuskan trip kali ini hanya berdurasi 4 hari 3 malam saja. Segera kami berkomunikasi dengan Mbah Google untuk mengetahui apa saja yang menarik dari Kamboja. Selama ini yang kami ketahui tentang Kamboja hanyalah situs terkenal Angkor Wat dan aktris Holywood Angeline ‘Lara Croft’ Jolie  yang pernah shooting di komplek Angkor itu untuk filmnya Tomb Raider.

Ternyata sejarah kerajaan Khmer yang dimulai dari abad 9 sampai abad 14, sangat menarik. Kerajaan Khmer mulai berjaya di abad 10 saat Raja Jayavarman II mendeklarasikan berdirinya kerajaan Khmer dengan ibukota Phnom Kulen. Setelah itu kejayaan kerajaan Khmer semakin bersinar. Di bawah pemerintahan Raja Yasovarman di abad ke 10, ibukota kerajaan dipindahkan ke daerah di mana terdapat candi Phnom Bakheng. Di awal abad ke 12 Raja Suryavarman II membangun candi yang kemudian menjadi sangat terkenal di seluruh dunia, yaitu Angkor Wat. Pembangunan candi ini memakan waktu 30 tahun. Setelah itu raja penerus yaitu Jayavarman VII membangun komplek kerajaan yang dikenal sebagai Angkor Thom. Kejayaan Khmer memudar di abad 14 setelah kerajaan ini ditaklukkan oleh kerajaan Ayyuthaya yang lokasinya berada di sekitar Bangkok saat ini.

khmer

Peninggalan Budaya Khmer, Candi Ta Phrom

Kami mulai menikmati kemegahan komplek Angkor di hari pertama dengan menghabiskan senja di Phnom Bakheng yang terletak di atas bukit. Ini adalah lokasi yang tepat untuk menikmati sunset yang indah. Candi ini tidak terlalu besar. Untuk mencapainya kami harus berjalan sekitar 20 menit. Sayangnya hujan di siang hari masih menyisakan awan tebal yang menghalangi pandangan kami.

Namun kegagalan menikmati sunset terbayarkan oleh keindahan sunrise di komplek Angkor Wat, keesokan harinya. Sejak pagi buta kami sudah diantar oleh Pak Nasir, supir tuktuk kami, menuju komplek Angkor Wat. Semburat jingga yang indah terlukis di cakrawala langit dengan latar belakang bangunan-bangunan kuno. Suasananya unik tak terekspresikan, dan kami sangat menysukuri momen-momen tersebut. Setelah puas berkeliling candi Angkor Wat, kami pun segera menuju komplek kerajaan Angkor Thom. Di sini terdapat candi Bayon yang terkenal dengan ratusan patung Buddha berwajah teduh. Berbeda dengan Angkor Wat yang merupakan candi Hindu, maka Bayon adalah candi Buddha. Raja Jayawarman VII yang mendirikannya adalah penganut Buddha.

khmer

Terrace of the Leper of King, peninggalan Khmer yang Cantik

Candi lain yang menarik adalah Baphuon dan Phimeanakas yang berdekatan dengan Terrace of the Leper of King. Tempat ini adalah koridor yang dipenuhi oleh relief-relief cantik. Kami melewatkan candi Preah Khan dan Neak Pean dan langsung menuju ke Ta Phrom yang terkenal dengan pohon-pohon besarnya. Pohon-pohon raksasa yang tumbuh tak terkontrol ini mampu mengangkat batu-batu candi. Di sinilah sebagian scenes film Tomb Raider diambil. Candi terakhir yang kami kunjungi di komplek ini adalah candi Banteay Kdei dimana terdapat waduk Srah Srang di seberangnya.

Rasanya ingin berlama-lama di situ. Namun kami harus meninggalkan komplek candi cantik ini, mengingat masih ada Roluos dan Phnom Kulen yang menunggu kami. Benar kata temanku, menikmati keindahan Komplek Angkor tidak cukup hanya sehari.

* Sumber foto milik sendiri

Category: KelanaTags:
No Response

Leave a reply "Budaya Khmer di Negara Neraka Dunia"