Kebijakan Lockdown Jokowi dan Virus Corona

Gonjreng.com – Kebijakan lockdown Jokowi tak akan pernah ada?

Sebuah pertanyaan yang cukup menarik.

Belakangan ini sedang ramai dibicarakan mengenai perlu atau tidaknya dilakukan lockdown guna mencegah penyebaran virus corona (Convid-19). Ada pihak yang setuju, ada juga pihak yang menentangnya.

Politikus Partai Gerindra dan Anggota Dewan Fadli Zon termasuk sosok yang menginginkan agar kebijakan lockdown Jokowi segera dilakukan supaya tidak semakin banyak korban berjatuhan akibat serangan virus corona (Covid-19).

Ia pun mengatakan kalau semakin banyak korban berjatuhan karena tidak diberlakukan lockdown, maka Jokowi adalah sosok yang bertanggungjawab. 

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu pun mengirim surat terbuka untuk Jokowi.

Sila baca juga: Mahfud MD, Fadli Zon, dan Lockdown.

Jokowi sendiri baru-baru ini kembali menegaskan pemerintah belum akan melakukan kebijakan lockdown guna mencegah penyebaran virus corona itu.

“Ada yang bertanya kenapa kebijakan lockdown tidak dilakukan. Perlu saya sampaikan setiap negara punya karakter yang berbeda-beda, budaya yang berbeda-beda, kedisiplinan yang berbeda-beda, oleh sebab itu kita tidak memilih jalan itu,” kata Jokowi, dikutip dari cnnindonesia.com.

Apa maksud Jokowi bahwa setiap negara memiliki karakter yang berbeda? Apakah karakter bangsa Indonesia lebih bagus atau buruk dibanding negara-negara lain?

Tidak ada penjelasan Jokowi.

Apa maksud Jokowi budaya setiap negara berbeda? Apakah budaya Indonesia lebih tinggi atau rendah dibanding negara lain?

Tidak ada penjelasan Jokowi.

Apa maksud Jokowi kedisiplinan setiap negara berbeda? Apakah kedisiplinan bangsa Indonesia lebih rendah dibanding negara lain? Jangan-jangan lebih tinggi, makanya belum diterapkan kebijakan lockdown Jokowi?

Kembali tidak ada keterangan atau penjelasan Jokowi dalam berita itu.

Mungkin saja terlintas pertanyaan di benak sebagian pihak, antara lain:

Pertama, apakah media sekarang sudah berfungsi seperti humas para pejabat pemerintah, atau istilah lainnya sudah menjadi seperti “corong pemerintah”?

Kedua, apakah kini media hanya bisa membuat berita berdasarkan dari pernyataan para nara sumber? Sebagian besar isi beritanya hanya mengutip pernyataan para nara sumber dan cuplikan berita sebelumnya?

Tidak tertutup kemungkinan masih ada pertanyaan lainnya, tapi jauh lebih penting membahas pertanyaan di atas tadi.

Apakah kebijakan lockdown Jokowi tak akan pernah ada?

Di sinilah diperlukan pikiran yang jernih dan kecermatan yang mendalam.

Jokowi mengatakan sampai saat ini pemerintah belum akan menerapkan kebijakan lockdown guna mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

Belum, bukan berarti tidak.

Mungkin saja nantinya setelah mengamati situasi dan kondisi yang ada memang diperlukan kebijakan lockdown tadi.

Di sisi lain, untuk apa kebijakan lockdown itu diberlakukan jika situasi dan kondisi sudah lebih baik dengan menerapkan social distancing atau physical distancing?

Saat ini belum diperlukan, atau pemerintah belum berencana untuk menerapkan kebijakan lockdown, kata Jokowi.

***

Sumber gambar: kompas.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *