Kebaikan – Puisi Welas Asih Naomi Shihab Nye

Gonjreng.com

Sebelum engkau mengerti kebaikan yang sesungguhnya
kau mesti kehilangan,
melihat masa depanmu hancur seketika
seperti garam larut dalam kaldu.
Yang kau genggam dalam tanganmu,
yang kau hitung dan simpan seksama,
semua ini harus lenyap sehingga kau mengerti
bagaimana alam bisa tandus meranggas
di antara potongan wilayah kebaikan.
Bagaimana engkau berkendara dan berkendara
mengira bus yang kau tumpangi tak kan pernah berhenti,
para penumpangnya menggerogoti jagung dan ayam
terus menatap ke luar jendela selamanya.

Sebelum engkau mempelajari daya tarik lembut kebaikan,
kau mesti pergi ke tempat Indian dengan poncho putih
yang tergeletak mati di pinggir jalan.
Kau harus mengerti ini bisa saja kau,
bagaimana ia juga seorang manusia
yang berjalan melewati malam dengan harapan-harapannya
dan sebuah napas sederhana yang membuatnya hidup.

Sebelum engkau mengerti kebaikan sebagai hal terdalam di dirimu,
kau mesti melalui penderitaan sebagai hal terdalam lainnya.
Kau harus bangun bersama penderitaan.
Kau mesti bicara padanya sehingga seluruh suaramu
menenun seluruh benang dari semua penderitaan
dan engkau melihat keseluruhan bentangan kain.

Kemudian engkau akan mengerti hanya kebaikanlah yang berarti,
hanya kebaikan yang membuatmu bisa menyimpulkan tali sepatu
dan mengirimmu ke luar memeriksa surat-surat dan membeli roti,
hanya kebaikan yang mampu menegakkan kepalanya
dari keramaian dunia dan berbisik
Akulah yang kau cari selama ini,
dan kemudian pergi bersamamu ke mana pun
seperti bayangan atau teman.

* Diterjemahkan bebas oleh Laksmi D. Haryanto. Sumber: Kindness by Naomi Shihab Nye, Ten Poems to Open Your Heart by Roger Housden, Harmony, 2003. Foto: Laksmi D. Haryanto.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *