Kanker, Awal Hidup Baru Berkualitas

0 514

Gonjreng.com – Ketika pertama kali terdiagnosa kanker payudara pada akhir tahun 2013, Arie Primadewi atau yang akrab dipanggil Prima, adalah seorang pekerja keras. Prima bekerja di lingkungan dunia periklanan sebagai Executive Producer dengan tekanan pekerjaan yang sangat tinggi dan seringkali bekerja tak kenal waktu. Meski ia sendiri tidak merokok, namun ia dikelilingi oleh banyak perokok aktif.

Prima juga kurang disiplin dalam pola makan. Ia jarang sekali makan sayur, apalagi sayuran segar. Ia sangat suka kue-kue manis olahan tepung terigu. Prima juga mengaku pernah menjalani beberapa treatments kecantikan dengan suntikan untuk menguruskan tubuh atau membuat kulit lebih kenyal dan lebih cerah. Gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat inilah yang diyakininya memicu tumbuhnya kanker di payudaranya.

Ketika menyadari adanya perubahan di payudaranya (puting payudara kanan tertarik ke dalam), Prima sama sekali tidak menduga bahwa itu adalah salah satu tanda kanker stadium lanjut. Ia sering merasa letih yang amat sangat (fatigue). Prima baru benar-benar menyadari ia sedang menghadapi masalah sangat serius, ketika hasil biopsi menyatakan ia positif terdeteksi kanker payudara stadium 2.

pink2

Meski demikian, Prima tidak segera mengambil keputusan untuk menjalani pengobatan sesuai arahan dokter. Ia menundanya dan lebih mementingkan melakukan kegiatan lain terlebih dahulu. Dua bulan kemudian, barulah ia menjalani operasi pengangkatan seluruh kelenjar payudara kanannya (mastectomy).  Hasil pemeriksaan patologi anatomi dari potongan sel kanker yang diambil di meja operasi menunjukkan bahwa sel kankernya ketika itu telah memasuki stadium 3, grade 3, dan telah menyebar (metastase) ke kelenjar getah bening dan tulang belakang (torakal 8).

Bayangkan, hanya dalam waktu 2 bulan saja, sel kanker tersebut telah berkembang demikian cepatnya. Namun Prima sama sekali tidak merasa sedih atau takut ketika mengetahui bahwa sel kankernya sangat agresif.  Prima justru mulai merasa down dan berada di titik nadir ketika dokter memintanya untuk menjalani kemoterapi sebanyak 6 kali dan radioterapi sebanyak 30 kali. Ia merasa tidak sanggup dan tidak punya semangat untuk menjalaninya.

Perasaan sedih, kecewa, putus asa, makin dirasakan Prima ketika treatment mulai dijalani. Perlahan ia berusaha melakukan self-healing, berusaha ikhlas menerima takdir Tuhan dengan sakitnya. Ia juga mulai mengubah pola makan, pola hidup, dan berusaha menata stres. Dukungan orang-orang tercinta: suami, anak-anak, orang tua, adik, dan sahabat menjadi pemompa semangat dan menguatkan dirinya untuk bertahan dan menyelesaikan rangkaian pengobatan yang panjang dan melelahkan.

pink1

Saat ini Prima telah memasuki tahun ke-3 hidup berdamai dengan kanker payudara. Prima masih harus memantau kesehatannya secara berkala. Ia ingin melihat anak-anaknya tumbuh dewasa. Oleh karena itu ia pun melakukan perubahan besar pada hidupnya agar terus sehat. Ia menjadikan hidupnya lebih berkualitas dengan mengubah pola hidup dan pola makan, disiplin food combining.

Prima bahkan tidak ingin sehat sendiri. Dengan senang hati ia membagi pengetahuannya tentang pola makan lewat sebuah buku yang ditulisnya, dan akan segera diluncurkan pada pertengahan Oktober tahun ini. Prima kini aktif sebagai volunteer tim edukasi Lovepink Indonesia. Ia membagi pengalaman serta pengetahuannya kepada perempuan Indonesia agar mereka lebih peduli terhadap bahaya kanker payudara. Bagi Prima, saklar syukur harus selalu ‘on’.

*Tri Oetami. Foto-foto: dokumentasi pribadi

Category: HakikatTags:
No Response

Leave a reply "Kanker, Awal Hidup Baru Berkualitas"