Kalijodo Kini Cantik, Tak Lagi Menyeramkan

Gonjreng.com – Sejak muncul foto-foto Kalijodo di media sosial, saya jadi tertarik untuk melihatnya langsung. Apakah benar Kalijodo kini cantik, tak lagi menyeramkan? Bayangan saya masih saja Kalijodo merupakan tempat yang kumuh, penuh preman, dan menyeramkan. Benarkah telah berubah menjadi taman publik yang nyaman dan aman?

Kalijodo yang dulu bahkan disebut-sebut sebagai daerah prostitusi tertua di Jakarta, selama puluhan tahun terkenal sebagai tempat hiburan malam kelas bawah. Mulai dari karaoke, bar hingga prostitusi, semua beroperasi di sini. Menurut sejarah, nama Kalijodo berasal dari kebiasaan masyarakat Tionghoa melakukan pesta air untuk merayakan hari ke-seratus dalam kalender Cina. Pesta air dilakukan di kali Angke dan diikuti oleh muda-mudi yang berperahu sambil saling melempar kue. Kebiasaan ini kemudian berubah menjadi ajang perjodohan sehingga muncul nama yang berasal dari kata kali dan jodoh.

Kalijodo
Kalijodo

Kalijodo kemudian berubah menjadi pusat prostitusi dan menjadi makin ramai setelah Kramat Tunggak ditutup pemerintah. Sebenarnya rencana penertiban Kalijodo sudah dimulai sejak tahun 2014, namun baru pada bulan Februari 2016 berhasil dilaksanakan. Seluruh areal yang terletak di kelurahan Pejagalan yang diapit oleh kali Angke dan kanal banjir, diratakan.

Jumat lalu saya berkunjung ke Kalijodo. Dan saya terpesona karena ternyata Kalijodo telah berubah total. Terdapat RPTRA (Ruang Publik Terbuka Ramah Anak) yang bersih dan indah di sana. Halamannya yang luas dilengkapi dengan permainan anak dan lapangan futsal. Beberapa anak terlihat bermain bola walau panas luar biasa. RPTRA ini juga memiliki perpustakaan anak yang dilengkapi alat pendingin udara. Saat saya berkunjung, ada beberapa sukarelawan yang sedang membacakan cerita pada anak-anak. Ada juga ruang menyusui bagi ibu dan bayi. Di aula, terlihat bebarapa ibu sedang duduk menanti anak mereka yang sedang berada di perpustakaan.

Kalijodo
Kalijodo
Kalijodo
Kalijodo

Dibelakang RPTRA terdapat taman dengan bangunan yang dilengkapi bangku-bangku, toilet, dan mushola. Desain bangunan yang modern dan unik memungkinkan pohon tetap tumbuh di antara bangunan. Dinding belakang bangunan yang menghadap taman telah dilukis grafitti yang cerah dan cantik. Dinding ini menarik sekali untuk dijadikan latar belakang foto. Sekelompok remaja perempuan tampak sedang berfoto sambil bercanda. Di dekatnya ada seorang perempuan juga sedang beraksi di depan kamera, bahkan lengkap dengan baju dan make-up bak model saja.

Selain itu terdapat juga arena untuk bermain skateboard dan sepeda. Arenanya besar dengan beragam bentuk jalur. Pastinya jadi tempat yang menyenangkan pagi para pemain skateboard dan sepeda BMX. Ya, ini bukan taman untuk bersepeda santai namun khusus untuk penggemar sepeda BMX yang penuh tantangan.

Kalijodo benar-benar sudah berubah. Dari tempat kumuh dan menyeramkan menjadi daerah terbuka yang hijau, bersih dan ramah anak. RPTRA adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan bagi penghuni perumahan padat di sekitarnya. Saya membayangkan beberapa tahun lagi Taman Kalijodo akan makin nyaman dengan pohon yang makin rindang. Apalagi bila kali Angke dan banjir kanal bisa dibuat lebih jernih, sungai-sungai ini bahkan bisa menjadi tempat rekreasi juga. Sebuah harapan yang bukannya tak mungkin diwujudkan.

Nah, tugas kita sekarang adalah menjaga kebersihan dan keindahan taman Kalijodo, dan RPTRA-RPTRA lainnya yang sudah dibangun Pemerintah di seluruh kota Jakarta!

* Dari berbagai sumber. Ilustrasi: koleksi pribadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *