Kaleidoskop Alam di Sedona yang Menakjubkan

Gonjreng.com – Pada masa kanak-kanak, aku sering ‘bertualang’ bersama para Indian, cowboys, dan pioneers di belahan Barat Amerika Utara yang liar. Aku mengembara melalui imajinasiku saat membaca buku-buku petualangan Dr. Karl May yang terkenal itu. Dua tokohnya, Old Shatterhand dan Winnetou – yang satu berkulit putih dan yang lainnya berkulit merah – adalah dua sahabat yang selalu menegakkan kebenaran. Di Barat Amerika yang masih liar, di saat para pendatang kulit putih merebuti tanah-tanah penduduk asli Indian dan membasminya, kedua jagoan itu muncul sebagai pahlawan yang dipuja-puja.

Gambaran savannah atau padang rumput dengan kuda-kuda berlarian bebas, gurun pasir luas dengan angin bertiup, bukit-bukit cadas terjal, pepohonan pinus, dan sungai-sungai yang mengalir – sejak kecil begitu jelas terbayang di benakku seperti film tiga dimensi yang melambai-lambaikan tangannya, mengajakku ke sana.

Maka ketika siang itu aku berdiri di tepi Sungai Rio Grande yang sudah kukenal sejak kecil, dan memandangi bunga-bunga gurun yang mekar dengan indahnya, tubuhku bergetar. Aku gembira luar biasa. Kunikmati desiran angin di padang pasir sunyi itu. Tak ada kuda-kuda liar yang berlarian, namun suasana di kaki Pegunungan Sandia itu terasa mistikal. Sejenak aku berdoa untuk jiwa-jiwa besar yang pernah melintas di tanah itu, sebelum kulanjutkan perjalananku membelah kota Sedona di Arizona.

Sedona
Sedona

Sedona yang istimewa! Dinobatkan sebagai salah satu tempat terindah di dunia oleh berbagai majalah pariwisata, Sedona memang memiliki daya tarik yang luar biasa. Kota gurun yang berpenduduk hanya sedikit di atas 10 ribu jiwa ini dikelilingi oleh bukit-bukit cadas terjal berwarna kemerahan, yang jika terkena mentari akan berpendar-pendar keemasan.

Aku menghentikan mobil. Kupandangi keindahan dinding-dinding alam yang berdiri gagah selama jutaan tahun itu. Garis-garis monolith raksasa yang warnanya bervariasi dari merah darah hingga warna pasir pucat itu, seakan-akan menyuguhkan pertunjukan pelangi seiring dengan pergerakan awan dan perubahan matahari. Seluruh kota kecil itu seperti kaleidoskop yang indah!

Karena perbukitan cadas itu merupakan sedimentasi yang terus tererosi, wajah alam di situ akan terus berubah. Seakan belum cukup, deretan pepohonan juniper dan cypress di lembah Verdant Oak Creek di kejauhan, ikut menghadirkan nuansa hijau. Sedona diberkahi sinar surya berlimpah, langit biru jernih, dan pemandangan indah sepanjang tahun.

Dan, vortex! Vortex adalah tempat-tempat istimewa yang memiliki serta memancarkan ‘energi universal’ dari dalam bumi yang konon berkhasiat menyembuhkan dan memberi ketenangan batin pada manusia. Di suatu titik di bebatuan cadas itu, konon Sedona memiliki semua jenis energi (feminin, maskulin, dan netral) yang membentuk harmoni. Maka tak heran jika sepanjang tahun berbagai manusia membanjiri kota kecil yang istimewa ini.

* Laksmi D. Haryanto. Sumber foto: pixabay.compxhere.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *