Jokowi Tulus, sedangkan Amien Rais Sebaliknya?

0 210
Jokowi Tulus

Gonjreng.com – Jokowi tulus, dua kata ini bisa membuat sebagian pihak merasa senang dan membenarkan memang Jokowi tulus, bisa dilihat dari sikap dan tindakannya selama ini, sementara sebagian pihak lainnya cenderung meradang.

Sudah biasa terjadi hal seperti itu, bukan? Mungkin ada yang mengatakan dunia politik Indonesia sedang “sakit” sehingga tak mengherankan akan melahirkan para “pesakitan”.

Cukup banyak contohnya, tapi entahlah wacana Amien Rais capres yang beberapa hari terakhir didengungkan termasuk di dalamnya atau tidak.

Meski sudah disarankan “jangan kebanyakan minum minuman yang gambar botol depannya pemuda berbadan tegap dan berotot, tapi gambar belakangnya orang tua renta berjanggut putih“, karena dikhawatirkan bisa menimbulkan wacana-wacana lainnya, tapi sudah muncul lagi wacana lain itu, JK-AHY pasangan capres.

Juga sudah diperkirakan adanya politikus tua bangka yang terinspirasi kemenangan politikus tua bangka negara tetangga bisa menimbulkan politikus tua bangka lainnya maju sebagai capres, meski awalnya diutarakan oleh pihak lain.

Tidak ada larangan terkait faktor umur untuk maju sebagai capres, hanya atau baru sebatas wacana, demokrasi membolehkan, begitu antara lain dalihnya.

Untuk sementara kata “regenerasi” lupakan dulu, nanti bulan Oktober muncul lagi menjelang “Hari Sumpah Pemuda”. Di situlah kembali mencuat kata-kata “Perlu Regenerasi, Pemuda adalah Harapan Nusa dan Bangsa”.

Tapi sekali lagi dunia politik yang sedang “sakit” akan melahirkan para “pesakitan”, apakah di dalamnya termasuk wacana Amien Rais capres dan pasangan JK-AHY tadi atau tidak, entahlah. Sepertinya lebih baik kembali bahas “Jokowi tulus” saja.

Jokowi tulus? Tapi dalam hal apa Jokowi tulus?

Menurut berita pihak Istana sedang mengatur waktu pertemuan antara Presiden Jokowi dan Amien Rais, tapi Presiden Jokowi tulus terkait hal ini, sedangkan Amien Rais terkesan sebaliknya, begitu kata Bendahara F-PDIP Alex Indra Lukman.

“Pertemuan atau silaturahmi terjadi bila dihendaki kedua belah pihak. Hanya dengan niat yang tulus maka pertemuan akan menghasilkan manfaat. Sampai saat ini saya hanya membaca niat tulus dari Bapak Joko Widodo saja.”

Rupanya di situ yang dimaksud Jokowi tulus tadi, tapi apa latar belakang sebenarnya pertemuan Presiden Jokowi dan Amien Rais ini?

Dikhawatirkan suhu politik memanas terkait adanya kecaman atau kritikan yang dilontarkan oleh Amien Rais dan serangan balasan dari pihak Istana belakangan ini.

Ada dugaan pemerintah berharap Amien Rais “jinak” setelah pertemuan itu, tapi jika Amien Rais tetap seperti semula tidak ada gunanya pertemuan itu, bukan?

Menurut Wasekjen PAN Saleh Partaonan Daulay, jika Jokowi-Amien bertemu, jangan harap kritik berhenti.

Bingung? Karena masih ada wacana pertemuan Jokowi dan Amien Rais, bahkan bisa terwujud nantinya, meski tadi dikatakan hanya Presiden Jokowi saja yang tulus?

Sebaiknya jangan bingung, santai saja.

Terlepas Jokowi tulus dan Amien Rais sebaliknya, ingat ungkapan tadi, di dalam dunia politik yang sedang “sakit”, tak heran akan melahirkan para “pesakitan”.

Salam politik itu peang, bukan bundar.

Sumber gambar: youtube.com.

Category: NawacitaTags:
No Response

Leave a reply "Jokowi Tulus, sedangkan Amien Rais Sebaliknya?"