Jokowi: Indonesia akan Kuasai Pasar Buah Dunia!

0 457
Jokowi: Indonesia akan Kuasai Pasar Buah Dunia!

Gonjreng.com – Ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan Indonesia akan menguasai pasar buah dunia di acara “Fruit Indonesia 2016” di Senayan, Jakarta, 17 November 2016 lalu, apakah ia sedang melakukan afirmasi, hanya omong kosong, atau betul-betul realistis?

fruit-indonesia4Pasalnya sejak beberapa tahun terakhir tak hanya pasar buah lokal dibanjiri impor buah-buahan mancanegara, namun “Revolusi Oranye” yang diluncurkan untuk meningkatkan produksi buah-buahan Nusantara, juga tak cukup bergaung. Di saat “Revolusi Oranye” diluncurkan tahun 2012, pasaran ekspor Thailand sudah mencapai sekitar 1 milyar dollar AS, sementara nilai ekspor Indonesia hanya kurang dari seperempatnya. Nilai impor bahkan melejit hampir 4 kali ekspornya. Setelah empat tahun berjalan, perkembangannya tetap belum signifikan.

Kenyataan “pahit” lainnya adalah, dengan diberlakukannya ASEAN Economic Community (Masyarakat Ekonomi ASEAN) tahun ini, pasar ASEAN menjadi terbuka. Perdagangan terbuka menghilangkan banyak penghalang dan tarif, sehingga tak hanya persaingan ekspor makin sengit, tetapi juga pasar domestik pun akan dihantam lebih hebat lagi oleh pemain-pemain kuat seperti Thailand, Cina, dan Vietnam.

Siapkah Indonesia? “Kalau ada regulasi yang menghambat, tolong sampaikan kepada saya. Termasuk misalnya infrastruktur logistik yang masih perlu dibangun oleh Pemerintah. Kami akan segera memberikan dukungan apabila dibutuhkan,” tegas Presiden.

Seriuskah Jokowi? “Saya sudah perintahkan Menteri Pertanian. Kalau (lahan) kelapa sawit bisa mencapai luas 14 juta hektar, mestinya (lahan) buah-buahan juga bisa mencapai angka yang sama. Kalau itu betul-betul ada, pasar dunia akan dikuasai Indonesia,” paparnya optimis.

Bicara atau menulis angka di atas kertas, memang mudah. Sekitar tiga tahun lalu, dengan hanya memanfaatkan luas lahan 1,31 juta hektar saja, Thailand mampu memproduksi 7,5 juta ton buah-buahan senilai hampir 3 milyar dollar AS (1/3-nya adalah ekspor), dan ikut merajai pasaran buah internasional. Bayangkan jika Indonesia mampu mewujudkan 14 juta hektar!

fruit-indonesia3Tantangannya adalah, apakah kita akan mengonversi perkebunan-perkebunan yang ada? Sejak “Revolusi Oranye” bergulir dan berbagai pihak menginginkan konversi antara lain pada teh, kopi, dan kelapa sawit – ada pihak-pihak yang “berteriak” keberatan. Komoditi-komoditi konvensional itu adalah andalan Indonesia sejak sebelum merdeka. Dan, banyak yang memiliki kualitas terbaik di dunia. Jika saat ini produktivitas komoditi konvensional menurun, itu disebabkan menurunnya kualitas benih serta teknik pertanian. Dan, mengapa menurun? Antara lain akibat dilalaikannya penelitian pertanian. Jadi, persoalannya bukan hanya pada infrastruktur, namun juga pada riset pertanian yang mumpuni.

Tantangan lainnya adalah, kebanyakan lahan buah-buahan di Indonesia dimiliki oleh petani-petani kecil. Tidak seperti perusahaan perkebunan besar, petani kecil tidak memiliki akses terhadap pembiayaan maupun perkembangan teknik-teknik pertanian terbaru, termasuk teknik pengawetan agar tetap segar saat sampai pada konsumen.

Perjalanan masih panjang dan berat. Akankah kita bisa merajai pasaran buah dunia? Bangsa Indonesia bukan bangsa yang bodoh. Jawabannya bisa, namun dengan peran Pemerintah yang sangat krusial.

* Laksmi D. Haryanto. Referensi: Food and Fertilizer Technology Center (FFTC). Sumber foto-foto: koleksi pribadi.

Category: NawacitaTags:
No Response

Leave a reply "Jokowi: Indonesia akan Kuasai Pasar Buah Dunia!"