Jokowi dan Donald Trump Sependapat Soal Lockdown

Gonjreng.com – Jokowi dan Donald Trump sependapat dalam hal penanganan pandemi virus corona (Covid-19) yang saat ini sedang menyerang dunia, dan sudah cukup banyak korban berjatuhan sejak ditemukan korban pertama virus maut itu di Wuhan, Cina.

Pro dan kontra terjadi terkait kebijakan lockdown guna mencegah penyebaran virus corona di Indonesia.

Fadli Zon termasuk sosok yang ngotot menyarankan diterapkan kebijakan lockdown tadi agar tidak semakin banyak rakyat Indonesia yang menjadi korban virus corona (Covid-19).

Jokowi belum bersedia melakukannya, disetujui oleh Mahfud MD dan Luhut.

Sila baca juga: Mahfud MD, Fadli Zon, dan Lockdown.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pun tidak setuju dengan kebijakan lockdown di negaranya seperti Jokowi tadi.

Menurut Trump, lockdown yang berkepanjangan bisa menghancurkan Amerika Serikat yang selama ini dikenal sebagai negara terbuka.

“Banyak orang sepakat dengan saya. Negara ini tidak dibangun untuk tertutup. Kalian bisa menghancurkan sebuah negara jika menutupnya seperti ini terus,” kata Donald Trump di sini.

“Saya ingin membuka negara ini dan mempersiapkan semuanya agar bisa dibuka pada Paskah,” kata Trump menambahkan.

Amerika Serikat kini menempati urutan ketiga terbanyak penduduknya yang menjadi korban virus corona (Covid-19), yaitu 49.768, di antaranya 600 orang meninggal dunia. Sebagian wilayah negara Donald Trump pun menerapkan penutupan demi mencegah penyebaran virus corona.

Mungkin presiden Amerika Serikat itu tidak tahu bahwa Jokowi belum bersedia menerapkan kebijakan lockdown di Indonesia, tapi pada dasarnya Jokowi dan Donald Trump sependapat, tidak setuju dilakukan kebijakan lockdown.

Jokowi sebelum menjabat presiden adalah seorang pengusaha, begitu juga dengan Donald Trump.

Ada juga perbedaannya, antara lain rambut Jokowi hitam, sedangkan Trump pirang.

Namun ada kecurigaan di balik keinginan Trump tidak setuju kebijakan lockdown tadi, atau tidak terus menerus menutup diri gara-gara serangan virus corona (Covid-19).

Sebentar lagi, bulan November nanti akan diadakan Pilpres Amerika Serikat, dan janji kampanye Trump antara lain perekonomian yang kuat dan tingkat pengangguran pun rendah. 

Ternyata keinginan Trump membuka negaranya tadi ada udang di balik bakwan.

***

Sumber gambar: detik.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *